Permintaan Maaf Politisi Kanada Usai Tertangkap Kamera Buang Air Kecil Saat Rapat Parlemen

Ilustrasi Foto : Shutterstock

Rancah.com – Usai tertangkap kamera buang air kecil selama rapat parlemen secara virtual, politisi Kanada turut meminta maaf. Hal itu dinilai menjadi insiden memalukan kedua yang William Amos lakukan. Dimana sebelumnya pada April, dia juga sempat tampil telanjang dalam panggilan video.

“Saya sangat malu atas tindakan saya dan menyulitkan mereka yang mungkin menyaksikan itu,” ujar Amos seperti dikutip dari laman kompas.com, Sabtu (29/5/2021).

Diketahui, politisi itu mengungkapkan bahwa insiden yang terjadi pada Rabu (26/5/2021) itu terjadi ketika dia sedang “menghadiri rapat parlemen secara virtual di tempat non-publik”.

“Saya buang air kecil tanpa sadar saya ada di depan kamera. Meskipun tidak disengaja dan tidak terlihat oleh publik, ini sama sekali tidak dapat diterima, dan saya minta maaf dengan sepenuh hati,” katanya dalam pernyataan yang diunggah di Twitter.  

Dan bersama dengan pernyataannya itu, Amos mengatakan akan mundur sementara dari peran politiknya, namun masih menjabat sebagai anggota parlemen.

“Saya sangat mengapresiasi dukungan dari staf saya dan cinta keluarga saya,” ucapnya.

Sebagai informasi, Amos sendiri merupakan anggota partai Liberal dari Perdana Menteri Justin Trudeau dan dia adalah mantan pengacara lingkungan serta anggota parlemen sejak 2015. Adapun pada April, dia muncul dengan keadaan telanjang dalam sesi panggilan video parlemen.

Dalam hal ini, Amos menjelaskan bahwa ia secara tidak sengaja mengaktifkan videonya saat berganti pakaian kerja setelah jogging. Adapun pada saat itu Amos mengatakan dia “malu” dengan kejadian itu, dan berjanji kesalahan itu tidak akan terulang kembali.

Sementara dalam panggilan video tersebut, pria berusia 46 tahun itu terlihat berdiri di antara bendera Kanada dan Quebec, dalam keadaan telanjang. Sontak saja, video tersebut kemudian beredar luas di kalangan pers Kanada dan di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, anggota parlemen lainnya, Sébastien Lemire, mengakui bahwa dia sempat mengambil foto insiden itu. Kemudian, dia meminta maaf, tetapi dia tidak tahu bagaimana gambar itu sampai ke media.

Menurut keterangan Ketua DPR Anthony Rota menggambarkan bahwa insiden itu dinilai “menyedihkan” dan mengingatkan anggota parlemen tentang aturan yang melarang mereka untuk mengambil gambar atau video dari rapat.