Cek Fakta Warga India Sembah ‘Dewi Corona’ di Tengah Loonjakan Kasus Covid-19 Belum Mereda

Momen Warga India Menyembah Patung ‘Dewi Corona’. Foto : Twitter/@ANI

Rancah.com – Belakangan ini, heboh kabar yang menyebutkan bahwa beberapa pendeta Hindu di India bersembahyang harian di depan dua patung baru. Dimana, patung-patung itu dinamai ‘Dewi Corona’. Sedangkan sembahyang yang mereka lakukan diklaim sebagai salah satu upaya menghalau Covid-19 dengan memohon ‘keberkahan’ dewa.

Dikutip dari laman dream.co.id, Minggu (30/5/2021), kedua patung Dewi Corona itu tampak terpajang di Kuil Kamatchipuri Adhinam yang terletak di selatan Kota Coimbatore, Tamil Nadu. Adapun negara bagian itu terkena dampak Covid-19 sangat parah dengan total 100 ribu kematian dalam kurun waktu empat pekan terakhir.

Sementara pada Selasa lalu, India mencatat 211.298 kasus Covid-19 baru dalam 24 jam. Sedangkan untuk angka kematian bertambah sebanyak 3.847 kasus. Adapun menurut data Kementerian Kesehatan, India tercatat memiliki beban keseluruhan kasus Covid-19 mencapai 27,37 juta kasus. Dimana, total kematian mencapai 315.235 kasus.

Diketahui, kuil Kamatchipuri Adhinam sendiri telah ditutup untuk jemaat karena tingkat infeksi yang tinggi di Coimbatore. Meski demikian, para pendeta tetap bersembahyang dan meletakkan makanan dan sajen lain lalu berdoa memohon agar pandemi segera berakhir. Kemudian, mereka memandikan patung dengan air kunyit dan susu.

“Kami pernah punya kuil sejenis untuk penyakit cacar dan wabah di masa lalu. Kami menyembah virus dalam rupa dewa dan berdoa kepadanya setiap hari untuk menekan dampak dari penyakit ini,” kata pengelola kuil, Anandbharathi K.

Adapun para pendeta Hindu di sebuah kuil India itu turut berdoa setiap hari kepada dua dewi virus corona dalam upaya menjinakkan pandemi saat negara itu berjuang melawan gelombang infeksi baru.

Tampak dua patung “Corona Devi” telah dipasang di kota selatan Coimbatore di negara bagian Tamil Nadu, yang terkena dampak parah dalam wabah yang telah menewaskan 100 ribu orang di seluruh negeri dalam empat minggu terakhir.