AS Diminta Massa Pro Palestina di Washington Hentikan Bantuan ke Israel!

Ilustrasi Foto : AP

Rancah.com – Terhitung ada lebih dari 1.000 massa Pro-Palestina menggelar demonstrasi di Washington, Amerika Serikat (AS). Diketahui, aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Palestina dan menyerukan diakhirnya bantuan AS ke Israel.

Dikutip dari laman detik.com, Minggu (30/5/2021), pertempuran sengit antara Israeldan Hamas menyebabkan jatuhnya banyak korban. Adapun sejak 10 Mei 2021 lalu, serangan udara dan artileri Israel ke Gaza menewaskan 253 warga Palestina, termasuk 66 anak. Dimana, lebih dari 1.900 orang mengalami luka-luka akibat gempuran selama 11 hari tersebut.

Terlihat para demonstrasi memenuhi Lincoln Memorial pada Sabtu (29/5/2021) kemarin. Bahkan, mereka tampak memegang bendera Palestina sambil menyuarakan pemerintah AS untuk menghentikan bentuk bantuan kepada Israel.

“Kami berharap untuk mengirim pesan yang jelas kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa hari-hari mendukung negara Israel tanpa dampak telah berakhir,” kata salah satu demonstran, Sharif Silmi (39).

“Kami akan melawan politisi mana pun yang terus mendanai senjata ke Israel. Kami akan menentang mereka, kami akan memberikan suara menentang mereka, kami akan mendanai lawan-lawan mereka, sampai kami mengeluarkan mereka dari jabatan,” sambungnya.

Sementara itu, seorang warga Virginia yang merupakan keturunan Palestina, Lama Alahmad juga turut hadir dalam demonstrasi. Dalam aksi ini, dia menyebut opini publik AS berpihak pada perjuangan Palestina.

“Ada perubahan besar yang terjadi di AS sehubungan dengan perjuangan Palestina mencari tanah air yang berdaulat. Kami hanya ingin dunia menyadari bahwa kami adalah manusia. Kami bukan teroris,” sambung ibu rumah tangga berusia 43 tahun yang pindah ke AS sekitar 20 tahun lalu.

Secara tegas, Silmi mengatakan bahwa sekarang ada oposisi di AS yang menyoroti bagaimana Israel memperlakukan Palestina. Yang mana, hal ini menurutnya sama dengan apartheid di Afrika Selatan.

“Orang-orang sekarang telah bangkit, dan kami melawan. Baik orang muda Yahudi, Muslim, kulit hitam, kulit putih, ada pergeseran generasi saat ini. Dan orang-orang dari lintas kelompok etnis, kelompok ras, semuanya bersatu demi perubahan dan pembebasan bagi rakyat Palestina,” kata Silmi.