Demi Cegah Virus Covid-19, Kim Jong-un Musnahkan Kucing dan Merpati

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Foto : AP

Rancah.com РLantaran diyakini menularkan virus Covid-19, pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un turut memerintahkan pemusnahan kucing dan burung merpati terutama di wilayah perbatasan.

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (31/5/2021), otoritas Korea Utara baru-baru ini diketahui mengeluarkan perintah tersebut di Hyesan, Provinsi Yanggang, Sinuiju, dan beberapa wilayah perbatasan. Dimana, warga Korut terlihat menembaki burung yang terbang di atas perbatasan dari China hingga kucing liar maupun yang memiliki majikan.

Adapun setiap warga Hyesan yang memelihara kucing bahkan harus melaporkan bahwa peliharaannya itu telah mati saat petugas melakukan inspeksi ke rumah-rumah. Sementara itu, pihak berwenang Korut bahkan mengisolasi dan menghukum sebuah keluarga di Hyesan karena masih kedapatan memelihara kucing.

Diketahui, keluarga yang beranggotakan empat orang itu dikabarkan tinggal di distrik Songhu dan ditempatkan di fasilitas karantina pada 24 Mei lalu.

“Keluarga itu diberi hukuman 20 hari dalam isolasi karena secara ilegal memelihara kucing setelah pemerintah melarangnya di wilayah perbatasan (China-Korea),” kata sumber pejabat di Provinsi Yanggang kepada situs berita Korut berbasis di Korea Selatan, Dailiy NK.

Menurut infirmasi, keluarga tersebut dikabarkan berbohong pada pihak berwenang bahwa kucing mereka telah mati. Akan tetapi pada 22 Mei, kucing mereka terlihat berkeliaran di dekat pagar rantai perbatasan.

Bahkan, penjaga patroli perbatasan pun langsung mencoba menangkap kucing itu, tetapi gagal. Dimana, kucing itu terlihat berjalan menuju kawasan permukiman. Sontak saja, insiden itu pun dilaporkan ke komando karantina provinsi. Dan setelah dua hari penyelidikan, pemilik kucing itu ditemukan.

“Kucing itu dibawa pergi dan keluarga pemiliknya dijatuhi hukuman 20 hari dalam isolasi. Mereka dibawa ke sebuah fasilitas (dan tidak diizinkan untuk tinggal) di rumah mereka sendiri,” ucap sumber tersebut.

Berdasarkan sumber itu mengatakan bahwa banyak warga yang mempertanyakan mengapa pihak berwenang menerapkan aturan pemusnahan itu. Dimana, mereka tak percaya bahwa kucing tersebut dapat menyeberangi sungai perbatasan untuk masuk ke China dan kembali lagi.