Cek Fakta TikTok Diduga Diam-diam Kumpulkan Data Wajah Pengguna

Ilustrasi Foto : AFP

Rancah.com – Baru-baru ini, TikTok dilaporkan telah melakukan perubahan kebijakan privasi terbaru, yakni dengan mengumpulkan data biometrik di antaranya data wajah suara dan sidik jari penggunanya.

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (7/6/2021), adanya perubahan pada kebijakan privasi TikTok itu dirilis di Amerika Serikat pada Rabu (3/6/2021) lalu. Dalam hal ini, pihaknya turut memperkenalkan kebijakan baru itu yang diklaim untuk keamanan dan informasi biometrik dari konten penggunanya.

Adapun pada bagian pertama dari pembaruan itu menjelaskan bahwa TikTok dapat mengumpulkan informasi tentang gambar dan audio yang ada di konten pengguna.

“Kami dapat mengumpulkan informasi tentang gambar dan audio yang merupakan bagian dari konten pengguna seperti mengidentifikasi objek dan pemandangan yang muncul, keberadaan dan lokasi dalam gambar dan atribut wajah dan tubuh, sifat audio, dan teks kata-kata yang diucapkan di Konten Pengguna Anda,” bunyi kebijakan TikTok yang diubah.

Meski demikian, TikTok justru memilih enggan berkomentar soal pengembangan fitur apa yang diwajibkan untuk disertai penambahan data biometrik penggunanya. Bahkan, pihaknya menjelaskan akan meminta persetujuan pengguna, jika praktik pengumpulan data itu dimulai.

Adapun pada Februari lalu perusahaan induk TikTok, ByteDance, menyelesaikan gugatan yang dituduh melanggar undang-undang privasi biometrik Illinois.

Tak hanya membayar gugatan US$92 juta, atau senilai Rp 1,3 triliun (kurs Rp 14.354) ByteDance sepakat tidak akan menggunakan TikTok untuk mengumpulkan informasi biometrik pengguna kecuali diungkapkan secara tegas dalam Kebijakan Privasi TikTok dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Bahkan, kini TikTok juga sudah memperjelas pihaknya dapat mengumpulkan gambar dan audio pengguna untuk mengaktifkan filter dan efek video, memungkinkannya untuk memoderasi konten, dan untuk operasi non-identifikasi pribadi lain.

Selain itu, TikTok juga menyatakan pembaruan kebijakan itu untuk menentukan demografi, dan untuk membantu merekomendasikan konten dan iklan. Sedangkan adanya kebijakan privasi itu menunjukkan bahwa informasi yang dikumpulkan bersifat umum, berfokus pada keberadaan wajah dari fitur-fiturnya yang spesifik.

Bahkan, pihaknya juga telah mengklaim sidik jari, sidik wajah dan sidik suara adalah unik untuk setiap individu agar dapat digunakan untuk tujuan keamanan dan identifikasi.