Janji Arab Saudi Bakal Umumkan Kepastian Haji 2021 dalam Hitungan Hari ke Depan

Ilustrasi Pelaksanaan Umroh di Masa Pandemi Covid-19. Foto : Shutterstock.com

Rancah.com – Setelah sempat ramai kabar yang menyebutkan batalnya pelaksanaan haji 2021, Arab Saudi kini menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan kepastian mengenai penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M dalam beberapa hari ke depan. Adapun pengumuman tersebut bakal dijalankan setelah pengkajian oleh Kerajaan Saudi dinyatakan selesai.

Dikutip dari laman dream.co.id, Selasa (8/6/2021), Menteri Media Saudi, Majid Al Qasabi dalam konferensi pers yang digelar di Riyadh pada Minggu waktu setempat mengatakan bahwa otoritas Saudi terus memantau perkembangan pandemi. Bahkan, dia juga turut memastikan Menteri Urusan Haji dan Umroh akan segera membuat pengumunan terkait pelaksanaan haji yang dinanti muslim seluruh dunia.

Dalam hal ini, Majid juga menegaskan bahwa munculnya beragam varian Covid-19 telah membuat evaluasi terkait ancaman bahaya penyebaran wabah ini menjadi sangat penting. Sehingga, harus dilakukan secara hati-hati dan tepat.

“Kami tidak ingin haji tahun ini menjadi epicenter (pusat) penyebaran penyakit di Kerajaan maupun di dunia Islam,” ujar Al Qasabi.

Sementara itu, Kementerian Urusan Haji dan Umroh Saudi sudah bekerja keras untuk meningkatkan layanan di bidang haji dan umroh di tengah situasi pandemi yang luar biasa.

Adapun untuk penyelenggaraan haji dan umroh dibuka kembali tahun lalu setelah pengembangan model yang aman, berfokus pada penggunaan teknologi modern dan penerapan prosedur digital untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah.

Diketahui, model yang berfokus pada teknologi ini termasuk aplikasi Eatmarna, yang memungkinkan pengguna mengajukan izin (izin sholat, izin umroh, dan izin shalat arbain) di masjid Mekah dan Madinah.

Terhitung ada lebih dari 20 juta orang telah mendapat manfaat dari aplikasi ini dan lebih dari 30 ribu telah menggunakan layanan yang disediakan oleh pusat Inaya (perawatan) di dua kota suci tersebut.

Sementara itu, Asisten Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umroh untuk jemaah haji dan umroh, Hesham Abdulmonem Saeed mengatakan bahwa model umroh yang aman bertujuan untuk melindungi orang-orang dengan mengelola kerumunan yang pergi ke Masjidil Haram melalui slot waktu yang dipesan.

Tak hanya itu saja, hal ini juga dapat meningkatkan layanan yang diberikan kepada para peziarah melalui penerapan teknik paling modern untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka.

Bahkan, Saeed juga turut mencatat aplikasi Eatmarna yang dikembangkan oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Artifisial Saudi (SDAIA) juga memverifikasi kesehatan pemohon izin. Sementara layanan kepada jemaah haji merupakan kerja sama yang melibatkan sektor publik, swasta, dan relawan.

“Ada kerja sama berkelanjutan antara Kementerian Haji dan Umroh, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Presidensi Umum Dua Masjid Suci dan semua otoritas terkait untuk membantu jemaah dan pengunjung melakukan haji dan umrah dengan mudah,” kata Saeed.