WHO Sebut Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Indonesia Tercepat se-Asia Tenggara

Ilustrasi Foto : dream.co.id

Rancah.com – Dalam melakukan vaksinasi Covid-19, perwakilan WHO menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara tercepat se-Asia Tenggara. Bahkan, untuk pasokan vaksin dalam negeri sendiri juga dinilai cukup aman.

Seperti dikutip dari laman dream.co.id, Jumat (11/6/2021), Immunization Officer WHO Indonesia, Olivi Silalahi mengatakan bahwa Indonesia sendiri dinilai cukup beruntung lantaran pemerintah berhasil mengamankan pasokan vaksin lebih dini. Terlebih lagi, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 juga dilakukan dengan gebyar cukup besar.

“Didukung oleh Presiden kita yang terus monitoring pelaksanaan vaksinasi dan juga Bapak Menteri Kesehatan,” ujar Olivi.

Olivi bahkan menyebut bahwa Indonesia berada di urutan kedua egara dengan penduduk terbanyak sudah menerima vaksin jika dibandingkan negara-negara lain yang masuk cakupan WHO South-East Asia Regional Office (SEARO). Sementara untuk urutan pertama yakni ditempati India.

Tak hanya itu, Olivi juga turut menerangkan bahwa untuk ukuran negara yang belum memproduksi sendiri vaksin Covid-19, Indonesia sudah cukup maju dalam melaksanakan vaksinasi. Kendati demikian, dia menyebut jika masih ada tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Tantangan dalam menjangkau kelompok-kelompok yang memang rentang apabila terkena Covid-19, akan menjadi kasus yang berat dan bahkan kematian,” katanya.

Menurut Olivi, Indonesia dinilai memiliki banyak pengalaman mengenai vaksinasi rutin. Bahkan jika dilihat secara umum, sistem kesehatan di Indonesia sudah siap melaksanakan vaksinasi dalam skala besar.

“Namun, seperti yang sudah kita bahas, keterbatasan vaksin menjadi tantangan di seluruh negara termasuk Indonesia,” katanya.

Olivi juga turut mengingatkan bahwa pelaksanaan vaksinasi dinilai hanya salah satu cara mencegah pandemi Covid-19. Sementara itu, dia kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“3M, 3T tetap harus dikuatkan karena ini saling melengkapo, tidak bisa ada satu dan dua, tetapi harus bisa dilakukan bersama-sama,” ucap Olivi.