Pemerintah Korea Utara Larang Warganya Nonton Drakor, Kenapa ? Ini Penjelasannya

Rancah.com  Siapa yang tak suka dengan film drama korea ?  Iya, film drama Korea tentunya menjadi pusat perhatian dari banyak kalangan. Apalagi semenjak pandemi Covid-19. Banyak orang yang mempunyai hobi baru yaitu menonton beragam film drama korea atau drakor.

Namun, baru-baru ini pemimpin Korea Utara berencana akan memmberikan hukuman bagi rakyat Korea Utara yang ketahuan menonton drama Korea Selatan.

Melansir dari laman Tribunnews yang mengutip sebuah laporan dari Radio Free Asia (RFA), Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan memberikan hukuman berat bagi rakyatnya jika terbukti menonton drama Korea Selatan. Apalagi jika warga Korea Utara sampai berani menirukan gaya berbicara seperti orang-orang Korea Selatan.

Beberapa unggahan video yang ditayangkan menunjukkan orang-orang dirangkap dan diinterogasi jika warga Utara menikmati hiburan dari Selatan atau berbicara layaknya orang Korea Selatan.

Pemerintah Korea Utara sendiri selalu menekankan penggunaan dialek Pyeongyang bagi warga Korea Utara. Namun menyebarnya konsumsi hiburan dari Selatan membuat dialek Seoul lebih populer di kalangan anak muda hingga membuat budaya nasional di Korea Utara memudar secara perlahan.

“Menurut pembicara di video itu, 70 persen warga Korea Utara menonton film dan drama Korea Selatan. Pembicara itu memperingatkan bahwa budaya nasional kami memudar,” ujar seorang penduduk di provinsi Hamgyeong

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Korea Utara berencana akan menerapkan sanksi berupa hukuman yang lebih ketat dan dimulai minggu ini.

“Di video itu seorang petugas dari Komite Pusat Partai Pekerja mendiskusikan usaha untuk menghilangkan kata-kata dari Selatan (Korsel) dan menunjukkan contoh hukuman yang diberikan jika kata-kata itu dipakai puluhan pria dan wanita digunduli dan dikurung saat petugas mengintrogasi mereka,” sambungnya.

“Namun, posisi pihak berwenang saat ini adalah bahwa tahap edukasi untuk remaja sudah usai, jadi hukuman legal maupun administratif untuk invasi budaya Selatan akan jauh lebih berat,” ucap sumber.

Menurut beberapa narasumber, di Korea Utara, perputaran drakor memang sangat lambat. Orang-orang hanya bisa menonton karena marak praktik penyelundupan USB berisi drama dan film Korea Selatan maupun barat.

 

0