Begini Respons Donald Trump Soal Pemilihan Kamala Haris Jadi Cawapres Rivalnya

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto : AP

 

Keputusan Joe Biden yang memilih Kamala Harris sebagai calon wakil presiden pada pilpres November mendatang, turut mendapat respons dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

 

Dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (12/8/2020), pada dua pekan sebelumnya, Trump sempat mengatakan bahwa Senator Kamala Harris akan menjadi ‘pilihan yang bagus’ bagi Biden untuk maju dalam pilpres 2020. Bahkan, ia memuji keputusan Biden untuk memilih Harris sebagai pendampingnya.

 

Namun, ketika disinggung soal peluang Harris membawa kemenangan bagi Biden, Trump menilai kemampuan pendampingnya, Mike Pence jauh lebih baik untuk hal itu.



“Saya lebih suka wakil presiden Mike Pence (daripada Harris). Dia kokoh dan merupakan wakil presiden yang luar biasa. Dia melakukan semua yang bisa Anda lakukan. Dia pernah menjadi wakil presiden yang hebat dan saya akan membawanya menghadapi Kamala,” kata Trump.

 

Biden bahkan sempat dituding Trump memiliki agenda dalam ‘mata-mata ilegal’ untuk menjegal kampanye di balik penunjukan Harris. Yang mana saat itu, Trump menuduh Biden dan mantan Presiden Barack Obama menantang kampanye dalam pilpres mendatang.

 

“Ini adalah tindakan ilegal, tidak seperti tindakan ilegal lainnya. Ini adalah pengkhianatan. Ini merupakan tingkat pengkhianatan tertinggi,” kata Trump.

 

Terkait tuduhan pengkhianatan yang dilakukan Biden dan Obama terhadapnya, ucapan Trump rupanya disampaikannya tanpa dilengkapi bukti.

 

Dari empat perempuan kulit hitam yang sempat menjadi pertimbangannya, Biden dalam sebuah cuitan di Twitter menjatuhkan pilihan pada Harris. Menurut sumber terdekat mengatakan, bahwa tiga politikus perempuan yang sempat menjadi pertimbangkan Biden yakni Senator Tammy Dukworth, Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham, dan Val Demings.

 

Hingga pada 21 Juli lalu, Biden akhirnya membocorkan bahwa empat dari kandidat yang tengah ia pertimbangkan sebagai pendampingnya merupakan perempuan kulit hitam.

 

“Saya tidak berkomitmen untuk menyebutkan salah satu (dari calon potensil), tetapi nama-nama yang saya sebutkan, dan diantara mereka ada empat perempuan kulit hitam,” kata Biden dalam wawancara dengan MSNBC di program The ReidOut.

 

Dalam pemilu November mendatang, penunjukan Harris sebagai cawapres akan menjadi sejarah bagi Negeri Paman Sam. Sebab, ia menjadi perempuan Amerika kulit hitam keturunan India-Jamaika pertama yang akan maju mengisi jabatan di skala nasional oleh partai politik besar.