Di Tangan Erick Thohir, Begini Nasib Holding Super Holding BUMN yang Digagas Rini Soemarno

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri rapat kerja (raker) perdana dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Liputan6

Rancah.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bakal merombak konsep super holding perusahaan pelat merah yang sebelumnya digagas Rini Soemarno. Menurutnya bisnis model BUMN harus diperbaiki agar lebih baik.

“Jadi nanti saya rasa urusan super holding kita ubah konsepnya jadi subholding yang fokus pada masing-masing kegiatan unit usaha,” kata dia di Ruang Rapat Komisi VI, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Hal itu dia sampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI membahas Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN tahun 2019 dan 2020.

“Contoh apakah ke depan Pelindo bisa (tetap) jadi Pelindo I, II, III, IV atau Pelindo kita ubah sesuai fungsinya itu Pelindo peti kemas, pelabuhan curah cair. (Jadi) tidak berdasarkan sub regionnya yang akhirnya terjadi kanibal, tidak pasti di antara mereka. Hal-hal ini yang mau kita lakukan,” lanjutnya.

Dirinya juga berbicara soal lini bisnis yang tidak cocok di BUMN tertentu. Misalnya saja di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan bisnis Gapura. Gapura adalah perusahaan patungan yang didirikan pada 26 Januari 1998 oleh tiga BUMN yaitu Garuda Indonesia, PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero), yang bergerak di bidang usaha jasa ground handling dan kegiatan usaha lainnya yang menunjang usaha penerbangan di bandar udara.

“Gapura yang namannya manajemennya handling itu nggak usah di Garuda. Lebih baik di AP saja yang manage itu. Kenapa harus ada overlapping yang akhirnya kontraproduktif,” tambahnya. (Detik)




Loading...