Begini Titah Pemerintah Usai Heboh Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Menko Polhukam, Mahfud Md. Foto : detik.com

 

Insiden penusukan yang dialami pendakwah Syekh Ali Jaber rupanya banyak memicu reaksi sejumlah pihak, terutama pemerintah. Dalam hal ini, Menko Polhukam, Mahfud Md turut menginstruksikan kepada sejumlah aparat untuk melindungi para ulama Indonesia. Dia menekankan, perlindungan terhadap ulama ini diharuskan tanpa perlu memandang kiblat politiknya.

 

“Dalam menyelidiki kasus ini, saya sudah menginstruksikan kepada seluruh aparat baik aparat keamanan maupun intelijen bahkan saya sudah minta BNPT, kemudian Densus, bahkan bersama Kepolisian, Kaba Intelkam juga sudah, agar dilakukan dengan sebaik-baiknya dan setransparan mungkin. Oleh karena itu, kepada semua aparat dari sekarang supaya terus melakukan pemantauan dan perlindungan penuh kepada dai terutama para ulama. Apapun pandangan politik dai itu, harus dilindungi saat berdakwah,” kata Mahfud melalui rekaman video di akun Instagram-nya, seperti dikutip dari laman detik.com, Selasa (15/9/2020).

 

Menurut Mahfud, perlindungan terhadap para ulama ini dianggap tidaklah sesuatu yang berlebihan. Pasalnya, hal ini sudah menjadi budaya baik yang ada dalam Bangsa Indonesia yang selama ini berasal dari dakwah yang disampaikan para Ulama.

 

“Karena kita selama ini, Bangsa Indonesia budaya-budaya yang baik ditimbulkan dari pendakwah-pendakwah yang telah bekerja ikhlas, para ulama kita. Pemerintah sendiri bahkan tidak akan mampu membangun Indonesia ini tanpa peran serta para Ulama dan dakwah yang telah bekerja Ikhlas,” papar Mahfud.

 

Dia mengatakan, bahwa sosok Syekh Ali Jaber dinilai sebagai seorang pendakwah yang baik. Bahkan, Syekh Ali Jaber juga merupakan salah seorang ulama yang pernah diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk buka puasa dan salat berjamaah.

 

“Syekh Jaber ini orang yang khusus datang dari Timur Tengah dengan biaya sendiri untuk berdakwah di Indonesia dan dakwahnya baik. Di tahun 2011 lalu, saya bersama Presiden SBY dan ketua lembaga negara pernah mendengarkan ceramah beliau itu di rumah Ketua DPR RI Marsudi Ali. Bahkan, Pak Jokowi juga pernah mengundang beliau untuk buka puasa bersama, salat bersama. Jadi orangnya orang baik,” ungkap Mahfud.

 

Dengan adanya insiden yang menimpa Syekh Ali Jaber ini, Mahfud berharap agar ke depannya tidak dialami ulama lainnya. Selain itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga turut mewanti-wanti kepada aparat agar bekerja sebaik-baiknya.

 

“Maka dari itu, orang-orang sebaik ini jangan sampai mengalami hal seperti itu, sehingga semua aparat, saya instruksikan agar bekerja sebaik-baiknya,” ucap Mahfud.

 

Di sisi lain, Syekh Ali Jaber sendiri juga turut meminta kepada seluruh umat Islam dan masyarakat agar tidak terprovokasi atas penikaman yang menimpanya. Bahkan, dia meminta agar seluruh masyarakat tetap tenang.

 

“Saya ingin sampaikan kepada umat dan masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan kejadian ini dan tetap menjaga ketenangan dan kebersamaan serta kesatuan karena ini adalah ujian,” kata Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandarlampung.

 

Tak hanya itu, Syekh Ali Jaber juga meminta agar seluruh elemen masyarakat tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum apapun ataupun berburuk sangka kepada siapapun. Dengan kejadian ini, dia mengaku lebih semangat lagi dalam melanjutkan dakwahnya.

 

“Memang beredar isu-isu kok kalau ulama yang diserang, pelakunya dibilang orang gila tapi kalau pelakunya dibilang teroris. Sabar.. sabar..kiami harus berbaik sangka karena banyak orang mau memadamkan cahaya Al-Qur’an tapi yakini tidak ada yang mampu padamkan cahaya itu. Bahkan dengan kejadian ini membuat saya lebih semangat lagi dalam melanjutkan dakwah, maka kemarin saya minta acara di Lampung jangan ditunda dan digeserkan sedikitpun,” lanjutnya.