PT KCI Imbau Pengguna KRL Tak Gunakan Masker Scuba dan Buff

Kondisi Protokol Kesehatan Pada Penumpang KRL. Foto : Liputan6.com

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibu kota, sebelumnya telah diputuskan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk diterapkan kembali sebagai upaya menekan penularan wabah virus Covid-19. Meskipun perkantoran harus ditutup dan kembali menerapkan work from home (WFH), rupanya hal ini tidak berlaku bagi salah seorang warga bernama Yakub.

Seperti dikutip dari laman Merdeka.com, Selasa (15/9/2020), Yakub (36) yang merupakan warga Citayam itu nyatanya tidak merasakan WFH dan harus tetap berangkat bekerja ke kantor di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, menggunakan KRL. Yakub mengaku, jika dirinya sudah rutin menggunakan layanan KRL untuk pergi ke tempat kerja sejak sebelum diberlakukannya PSBB. Biasanya, ia naik dari Stasiun Citayam ke Stasiun Sudirman.

Terkait kewajiban menggunakan masker, Yakub sendiri sudah terbiasa dengan aturan KRL di masa PSBB dan PSBB transisi. Dia bahkan mengaku tertib dalam mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker. Namun, Yakub mendadak mendapat teguran dari petugas di stasiun terkait masker yang digunakannya di hari pertama PSBB yang berlaku sejak Senin (14/9/2020).

“Soal (teguran) masker baru tadi pagi. Sebelumnya enggak pernah ditegur kalau soal masker scuba. Nah, tadi pagi ditegur sama petugas. Ditanyai ‘maskernya bawa masker lain enggak? Kalau bisa besok diganti maskernya”. Ternyata baru ada pengumumannya tadi,” kata Yakub.

Seperti diketahui, bahwa anjuran untuk tidak menggunakan masker scuba sendiri merupakan hal baru yang diputuskan oleh PT Kereta Commuter Indonesia melalui akun Instagram resminya, @commuterline. Dalam unggahan tersebut, dijelaskan infografis seputar persentase efektivitas beberapa jenis masker.

Tertulis jelas dalam infografis tersebut, bahwa penggunaan masker scuba dan buff hanya sekitar 0-5% saja. Oleh sebab itu, PT KCI turut mengimbau kepada pengguna KRL untuk memakai masker yang efektif sebagai upaya mencegah masuknya droplet atau cairan.

“Untuk kesehatan bersama, sangat dianjurkan menggunakan masker yang efektifitasnya mencukupi dalam mengurangi droplet atau cairan. Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan. Hindari penggunaan jenis scuba maupun hanya menggunakan buff atau kain untuk menutupi mulut dan hidung,” kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba melalui keterangan tertulis Senin (14/9/2020).

Selain itu, PT KCI juga meminta agar para pengguna KRL memakai maskernya dengan benar. Yakni dengan penggunaan masker menutupi hidung dan mulut secara sempurna.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebelumnya menyatakan keputusannya untuk memperketat PSBB mulai Senin (14/9/2020). Di hari pertama pengetatan PSBB ini sendiri, rupanya telah memberikan dampak besar terhadap penurunan jumlah pengguna KRL.

Seperti dalam pantuan PT KCI hingga pukul 08.00 pagi di hari Senin (14/9/2020), menunjukkan bahwa jumlah pengguna KRL tercatat sebesar 92.546. Jelas jumlah ini menunjukkan penurunan dari jumlah pengguna KRL pekan lalu (7/9/2020) yang mencapai 114.075. Adapun penurunan jumlah pengguna ini tercatat di hampir seluruh stasiun KRL.