Soal Penusukan Syekh Ali Jaber, Munarman FPI Instruksikan Para Laskar Melakukan Aksi Balasan, Sampai Kepalanya …

Rancah.com –  Insiden penusukan Syech Ali Jaber menjadi perhatian berbagai pihak di seluruh Indonesia hari ini. Timbulnya berbagai spekulasi dari berbagai pihak membuat kasus tersebut menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat.

Organisasi Masyarakat FPI juga memberikan respon mereka setelah insiden memalukan sekaligus membahayakan nyawa penceramah kondang Indonesia itu.

Munarman selaku salah satu petinggi FPI menyerukan kepada anggota FPI agar melakukan penggalian informasi terhadap sipelaku.

“Lakukan protokol penggalian informasi terhadap para pelaku yang pura pura gila tersebut. Dapatkan identitas lengkapnya, alamatnya, keluarganya, lingkungan komunitas sosialnya serta yang menyuruh, membujuk, memerintahkan serta yang membiayai untuk melakukan (upaya, red) pembunuhan tersebut. Dapatkan dari pelakunya semua informasi tersebut,” ujar dia.

Lalu, Munarman meminta setelah mendapatkan informasi terhadap sipelaku itu, ia memerintahkan aksi balasan kepada aktor intelektual pelaku penusukan.

“Jangan ragu dan bimbang untuk melindungi para ulama. Sikat habis mereka sampai ke akar-akarnya dan ke kepala-kepalanya,” pungkas Munarman menyikapi penusukan terhadap Syek Ali Jaber.

Hingga saat ini, Polisi masih melakukan pendalaman untuk motif dari sipelaku sampai nekat melakukan aksinya tersebut.

Sementara itu, Syekh Ali Jaber sendiri mengaku agar kasusnya ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib dan tidak ingin digiring dengan opini-opini publik oleh berbagai pihak.

“Saya ingin sampaikan kepada umat dan masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan kejadian ini dan tetap menjaga ketenangan dan kebersamaan serta kesatuan karena ini adalah ujian,” kata Syekh Ali Jabar dalam konferensi pers di Bandarlampung.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum ataupun berburuk sangka (suudzon) kepada siapapun dan tetap berbaik sangka (khusnudzon).

“Memang beredar isu-isu kok kalau ulama yang diserang, pelakunya dibilang orang gila, tapi kalau pelakunya dibilang teroris. Sabar, sabar, kita harus berbaik sangka karena banyak orang mau memadamkan cahaya Alquran, tapi yakini tidak ada yang mampu padamkan cahaya itu,” kata dia.

“Bahkan dengan kejadian ini membuat saya lebih semangat lagi dalam melanjutkan dakwah, maka kemarin saya minta acara di Lampung jangan ditunda dan digeserkan sedikitpun,” Syekh Ali Jaber dalam laporan Antara.

Usai peristiwa penikaman, dia tetap melanjutkan dakwah di masjid yang lain di Bandarlampung.

“Dan alhamdulillah hari ini saya bisa berkumpul di tempat ini,” kata dia.

“Insya Allah siang nanti saya akan pulang ke Jakarta dan mendapat perhatian dari aparat keamanan bahkan kapolda Lampung sudah menemui saya dan wakapolri pun telah menelpon saya dan mengatakan akan usut tuntas kejadian ini untuk mengetahui siapa yang ada di belakang pelaku,” kata dia.