Pencuri Yang Gunakan Ilmu Sirep di Banyuasin Ini Diamankan Polisi Usai Dipergoki Korban

Ilustrasi Pencurian. Foto : Merdeka.com

 

Seorang pemuda bernama Arta Wirianda (26) yang baru saja mempelajari ilmu sirep malah membuatnya ditangkap polisi dan berakhir mendekam di sel tahanan. Pasalnya, dia malah tepergok korbannya saat melakukan pencurian.

 

Dikutip dari laman Merdeka.com, Rabu (16/9/2020), insiden pencurian itu dilakukan pelaku di rumah korban di Perumahan Bumi Mas Indah, Kelurahan Tanas Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Minggu (13/9/2020) dini hari. Kronologi kejadian bermula saat dirinya masuk dengan cara merusak pintu rumah.

 

Ketika dirinya sudah berhasil masuk di dalam rumah dengan maksud mengambil barang-barang berharga, korban malah terbangun. Ironisnya, sang pemilik rumah melihat pelaku yang hanya mengenakan celana dalam hingga membuatnya berteriak minta tolong. Lantaran kaget dipergoki korban, pelaku langsung mengambil pisau di dapur dan melemparkannya ke arah korban. Untungnya, pisau itu tak mengenai korban sehingga membuat pelaku panik.

 

Tak berselang lama, pelaku pun langsung kabur. Akan tetapi, warga yang mendengar teriakan sudah mengepung pelaku dan tak lama kemudian polisi datang ke lokasi untuk menangkap pelaku.

 

Menurut keterangan dari Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Masnoni mengungkapkan, bahwa tersangka mengaku baru pertama kali beraksi. Aksi tersebut dilakukannya setelah belajar ilmu sirep yang membuat korbannya terlelap tidur.

 

“Ternyata ilmu sirep itu tidak manjur atau gagal. Korban justru terbangun dan membuat tersangka panik, dia kami tangkap di TKP,” ungkap Masnoni.

 

Masnoni mengatakan, bahawa berdasarkan pengakuan dari pelaku, ilmu sirep itu dipelajari dari seorang guru yang tinggal di Kecamatan Betung, Banyuasin. Dimana, tersangka sudah sebulan mendalami ilmu itu dengan mahar Rp 500 ribu dan baru terbayar Rp 300 ribu.

 

“Tersangka mengaku mencoba ilmu gaib yang dipelajari, tapi usahanya gagal,” ujarnya.

 

Terkait modus yang digunakan tersangka ini, Masnoni menyebut hal tersebut terbilang baru dan cukup unik. Pasalnya, tersangka sebelumnya harus melakukan ritual mandi kembang tiga warna sebelum beraksi dan hanya mengenakan celana dalam agar aksinya berhasil.

 

“Ini modus baru, ada ritual khusus dan cuma pakai celana dalam segala. Kata tersangka itu ilmu sirep, bikin korban tidur lelap, bukan ilmu menghilang, tapi gagal,” ujarnya.

 

Kini, tersangka tersebut telah dikenakan Pasal 335 KUHP tentang pengancaman dan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman tujuh tahun penjara. Meski demikian, sejauh ini belum ada catatan kejahatan yang dilakukan tersangka namun perlu dikoordinasikan dengan polsek lain.

 

“Ngakunya baru sekali, tapi namanya pencuri tidak mungkin jujur. Penyidik masih memeriksa tersangka lebih dalam,” pungkasnya.