Kritik Keras Komisi X DPR Terkait Aksi Senior Unesa Yang Ospek Bentak Maba

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda. Foto : detik.com

 

Viralnya ospek mahasiswa baru Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang dibentak-bentak oleh seniornya menuai kritik keras dari Komisi X DPR. Menurut Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, dibandingkan aksi bentak-bentak oleh senior dalam ospek mahasiswa baru, lebih baik panitia ospek Unesa diminta untuk mengedepankan pengenalan prodi.

 

“Kita minta pihak rektorat untuk mengevaluasi dan mengklarifikasi di publik dan memberikan punishment kepada oknum yang melakukan kekerasan verbal yang semacam itu,” ujar Huda seperti dikutip dari laman detik.com, Rabu (16/9/2020).

 

Huda mengatakan, bahwa ospek model dengan kekerasan verbal tersebut sudah sepatutnya wajib ditiadakan.

 

“Kalau yang sifatnya kekerasan verbal begitu saya kira wajib ditiadakan model semacam itu,” kata Huda.

 

Mengenai model ospek ‘bentak-bentak’ yang terjadi di Unesa, diakui Huda sangat disesalkan. Sebab, dia menyebut jika ospek seperti itu seharusnya tidak boleh terjadi di seluruh kampus di Indonesia.

 

“Kita ingin seluruh kampus mengevaluasi model penerimaan ospek mahasiswa ini. Kita berharap dievaluasi secara menyeluruh terutama pada konteks dan pelaksanaannya di lapangan,” lanjut Huda.

 

Oleh karena itu, Huda meminta kepada panitia untuk tidak mendeskripsikan ospek sebagai narasi senior-junior. Dia bahkan tak menginginkan ospek menjadi media untuk mempertontonkan salah satu pihak punya otoritas dan dapat mengatur serta menghakimi yang lemah.

 

“Yang jelas model ospek semacam itu sudah tidak relevan lagi terlebih-lebih sekarang yang jadi mahasiswa baru itu adalah anak-anak generasi milenial yang karakternya sangat independen melihat persoalan,” lanjutnya.

 

Diberitakan sebelumnya, bahwa video tentang ospek mahasiswa baru di Unesa secara daring mendadak viral di media sosial Twitter. Tampak dalam video itu, mahasiswi baru (maba) tengah dibentak-bentak oleh senior mereka lantaran tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

 

Diketahui, video berdurasi 30 detik tentang ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Unesa tahun 2020 itu diunggah oleh pemilik akun Twitter bernama @skipberat.

 

Beredarnya video viral mahasiswa senior yang membentak-bentak mahasiswa baru secara daring saat ospek atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) turut disayangkan pihak Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyayangkan. Sebagai langkah tegas, pihak Unesa akan mengevalusi kejadian itu.

 

“Kami menyayangkan kejadian tersebut, namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa,” kata Rektor Unesa Nurhasan.

 

Nurhasan mengatakan, bahwa untuk langkah penanganan sendiri, saat ini pihaknya bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Dan untuk seluruh permasalahan yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

 

“Unesa mendukung pelaksanaan PKKMB guna menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dalam menyukseskan pembelajaran di lingkup pendidikan tinggi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun. Sehingga, diharapkan dapat tercipta lingkungan institusi pendidikan yang kondusif dan aman demi terciptanya lulusan berkualitas,” jelasnya.