Pembacok Ketua DKM Nurul Iman di Sumsel Akan Diperiksa Tes Kejiwaannya Oleh Polisi

Ilustrasi Foto : detik.com

 

Terkait kasus pembacokan Ketua DKM Nurul Iman, Muhammad Arif (61), pihak kepolisian akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku yakni Meyudin (58), yang merupakan pengurus Masjid Nurul Iman. Untuk saat ini, polisi menyebut bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

 

“Kalau untuk kejiwaan kan ahli, kita kan tahap penyelidikan, setelah itu ada pemeriksaan kejiwaan,” ujar Kapolsek Kayuagung AKP Tarmidzi.

 

Dikutip dari laman detik.com, Rabu (16/9/2020), Tarmidzi menuturkan bahwa dari hasil pemeriksaan terkini, motif pembacokan pelaku yang membuat Muhammad Arif hingga tewas yakni masih soal kunci kotak amal. Adapun Tarmidzi juga meluruskan, bahwa pelaku bukan merupakan bendahara, melainkan sebagai pengurus masjid di bagian perlengkapan.

 

“Cuma dia itu nggak terima kunci (kotak amal) itu kenapa kok dikembaliin ke bendahara. Dia tersinggung ngelihat kunci kotak amal diminta dan diserahkan ke bendahara,” ucap Tarmidzi.

 

Pembacokan tersebut bermula lantaran pelaku merasa tersinggung kepada korban karena kunci kotak amal diminta korban darinya. Padahal, pelaku sudah lama dipercaya memegang kunci kotak amal itu.

 

“Karena selama ini dia udah lama disitu (jadi pemegang kunci kotak amal), sama-sama pengurus udah lama, tiba-tiba disuruh mintain kuncinya dan diserahkan ke bendahara, itu saja,” imbuhnya.

 

Meski demikian, diakui Tarmidzi bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti mengenai alasan korban meminta kunci kotak amal dari pelaku.

 

Ketua DKM Masjid Nurul Iman, Arif, sebelumnya diberitakan dibacok saat salat Magrib pada Jumat (11/9/2020). Dengan menggunakan pedang panjang bergagang plastic, Meyudin membacok Arif sebanyak dua kali. Tindakan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka bacok di bagian leher atas kiri.

 

Kemudian, korban langsung dibawa ke RSUD Kayuagung kemudian dirujuk ke RSUP Moh Husein, Palembang, untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Sementara pelaku langsung diamankan polisi di Polsek Kayu Agung.

 

“Murni tersinggung karena tidak ada juga penjelasan dari korban minta kunci kotak amal diserahkan ke bendahara. Jadi saat salat Magrib, pada rakaat pertama pelaku melihat korban, dia pulang langsung ambil parang dan korban dibacok,” kata Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Palupesy, Selasa (15/9/2020).