IDI Desak Pemerintah Bentuk Komite Perlindungan Seiring Dengan Banyaknya Dokter Yang Gugur Akibat Covid-19

Ilustrasi Dokter Penanganan Covid-19. Foto : The Paper


 

Pemerintah diminta Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) untuk segera membentuk komite perlindungan kesehatan bagi para tenaga medis yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19. Menurut IDI, pembentukan komite ini dinilai mendesak mengingat semakin banyaknya dokter yang gugur akibat menangani pandemi Covid-19. Untuk itu, IDI berharap agar pemerintah melakukan upaya yang lebih konkret dalam memberikan perlindungan kepada dokter dan tenaga medis.   

 

“Salah satu upaya konkret yang kita harapkan adalah pemerintah membentuk komite perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan,” kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi seperti dikutip dari laman kompas.com, Rabu (16/9/2020).

 

Terhitung sejak enam bulan terakhir pandemi Covid-19 melanda Indonesia, IDI telah mencatat bahwa sudah sebanyak 115 dokter yang meninggal dunia dalam menangani pandemi tersebut. Terlebih lagi, jumlah itu belum termasuk tenaga medis lainnya seperti perawat. Dapat diakumulasikan, bahwa apabila seorang dokter dapat melayani 2.500 pasien, maka hal itu sebanding dengan hilangnya pelayanan kesehatan terhadap 300.000 warga.

 

Oleh karena itu, Adib mengusulkan agar pemerintah sesegera mungkin menyetujui soal pembentukan komite tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus terintegrasi dengan para stakeholder di bidang kesehatan dalam mengatasi pandemi Covid-19.

 

“Baik itu organisasi-organisasi profesi kesehatan yang tentunya membutuhkan tugas-tugas yang lebih konkret ke depan dalam upaya-upaya untuk melakukan perlindungan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, sekaligus melakukan pengawasan di dalam upaya-upaya perlindungan tersebut,” ujarnya.