Meski Pro-Kontra Omnibus Law Tetap Disahkan, Lalu Siapa Yang Senang ?

Rancah.com – Omnibus Law UU Cipta Kerja telah disahkan oleh DPR melalui rapat paripurna pada, Senin (5/10/2020) kemarin. Lalu, setelah pro kontra telah berakhir pada pengesahan siapa yang senang atas disahkannya Omnibus Law itu ?

Sebagian besar mereka yang menolak omnibus law adalah para buruh sementara mereka yang menyambut baik adalah mereka para pelaku dunia usaha. Hal ini terlihat dari appresiasi positif yang datang dari para Pelaku usaha dan juga Pemerintah.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Soeslani mengharap dengan disahkannya UU Cipta Kerja kedepannya bisa mendorong perekonomian dan investasi serta perluasan lapangan kerja di Indonesia.

“UU tersebut mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang menghambat peningkatan investasi dan membuka lapangan kerja, melalui penyederhanaan sistem birokrasi dan perizinan, kemudahan bagi pelaku usaha terutama UMKM, ekosistem investasi yang kondusif, hingga tercipta lapangan kerja yang semakin besar untuk menjawab kebutuhan angkatan kerja yang terus bertambah” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

Ia juga menambahkan bahwa dengan melihat keadaan saat pandemi sekarang ini, banyak warga yang kehilangan pekerjaan sehingga dengan investasi yang bisa meningkat dimasa yang akan datang, diharapkan bisa membuka kembali lapangan kerja hingga lapangan kerja kembali terbuka luas.

“Kejadian pandemi COVID-19 memberikan dampak kontraksi perekonomian dan dunia usaha yang sangat signifikan, RUU Cipta Kerja menjadi penting dan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui program pemulihan dan transformasi ekonomi,” paparnya.

Dia menilai dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respon cepat dan tepat. Tanpa reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi akan tetap melambat.

“Penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6-7% untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting, yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan konsumsi di kisaran 5,4-5,6%,” sebutnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia itu pun menambahkan bahwa dengan UU Cipta Kerja akan meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong investasi. Itu akan melahirkan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat yang akhirnya mempercepat pemulihan ekonomi nasional.