Bicara Soal Pengesahan UU Cipta Kerja, Dahlan Iskan; Ini Pemerintahan Paling Kuat!

 

Rancah.com – Disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja membuat sebagian pihak pengusaha merasa sangat senang namun terkhususnya para pihak buruh termasuk pihak paling menolak dan merasa sangat dirugikan pasalnya didalam UU Ciptaker tersebut ada beberapa poin yang dinilai bisa merugikan para buruh di Indonesia.

Menanggapi perjalanan pro-kontra mulai dari RUU Ciptakerja hingga sah menjadi Undang-Undang Cipta Kerja, Mantan menteri BUMN Dahlan Iskan turut memberikan penilaian dan respon positif. Dahlan Iskan mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Jokowi sekarang ini adalah Pemerintah Paling kuat selama 22 tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan Dahlan Iskan melalui website pribadinya Disway.id dengan judul tulisan ‘Menundukkan Pemerintah’. Dahlan menilai, bahwa beberapa perubahan Undang-Undang yang direncanakan pemerintah berjalan mulus dan di dalam rapat DPR RI. Misal Perubahan UU KPK, UU Covid-19, Hingga akhirnya UU Cipta Kerja sekarang ini.

“Saya kagum pada semangatnya-pemerintah dan DPR. Dari segi politik, inilah pemerintahan paling kuat selama 22 tahun terakhir,” kata Dahlan dikutip detikcom, Selasa (6/10/2020).

Dahlan Iskan pun membandingkan pemerintahan Presiden Jokowi saat ini dengan pemerintahan para Presiden sebelumnya yang sangat berbeda dengan pemerintahan era Presiden Gus Dur, B.J Habibie, Megawati, hingga SBY yang dinilai dukungan politiknya tidak sekuat pemerintahan saat ini.

“Sekarang hanya PKS yang oposisi frontal. Tapi kekuatan kursinya kecil sekali,” ucapnya.

Padahal jika dibayangkan, Dahlan menilai pembuatan RUU Cipta Kerja ini sangat rumit karena harus menggabungkan 79 UU yang terdiri dari 11 kluster dan 1.244 pasal.

“Saya membayangkan betapa lelah dan rumitnya menyiapkan RUU Cipta Kerja -nama resmi Omnibus Law itu. Saya melihat semua begitu mulusnya. Begitu enak menjadi menteri-menteri sekarang ini. Tidak harus menghadapi sikap DPR yang sangat garang,

“Tapi tenaga kerja pasti akan berontak dengan lahirnya UU Cipta Kerja ini. Sejak awal pun pasti sudah diketahui: tenaga kerjalah yang akan terkena langsung,” Ucap mantan Menteri BUMN era Presiden SBY itu.