Inilah Sasa Mahasiswi Cantik Asal Makassar Orasi Demo Pancasila Jadi Pancasalah

Rancah.com – Sebuah video pendek yang menunjukkan seorang Mahasisiwi dari Universitas Hasanuddin Makassar viral dan menjadi pembicaraan di sosial media setelah orasinya saat demo Aksi Tolak UU Cipta Kerja menyebutkan Pancasila menjadi Pancasalah.

Mahasiswi tersebut bernama Nabila Syadza yang akrab di panggil Sasa.

Saya tahu (viral) setelah lama saya orasi. Dari saya orasi tidak ada ji apa-apa,” kata Sasa kepada detikcom, Jumat (9/10/2020).

Dalam sebuah video pendek yang terekam dan viral di sosial media itu, Sasa yang berdiri dan memegang TOA itu bersuara lantang dan meneriakkan 5 Plesetan Pancasila menjadi Pancasalah, hal itu ia ucapkan sebagai bentuk penolakan atas UU Cipta Kerja yang telah di sahkan DPR RI pada 5 Oktober 2020.

“Tendangan dibalas tendangan, darah dibalas darah, negara kita yang katanya negara Pancasila sekarang menjadi negara pancasalah,

1 ketuhanan yang maha hormat,
2 kemanusiaan yang adil bagi para birokrat,
3 persatuan para investor,
4 kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat penindasan dalam permusyawaratan diktatorian, 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat kelas atas,”

kata Sasa dalam orasinya yang disambut tepukan tangan massa aksi.

Setelah viral dan menjadi sorotan Publik, Sasa mengaku bahwa ia tidak menyangka video tersebut menjadi viral, dan ia kemudia tahu setelah foto-foto dan videonya banyak tersebar di dunia maya hingga disorot dan dipublish oleh media-media ternama.

Saya kira orang-orang terdekatku ji yang tahu kalau saya pernah orasi seperti itu, dan ada yang ambil gambar. Karena ini gambar tersebar jauh setelah saya orasi, kemudian saya kaget,” tuturnya.

Sasa lalu mengungkap awal mula mengetahui aksinya itu viral di media sosial.

“Saya sementara ada kesibukan, jadi jarang pegang HP. Jadi saya di kantor, banyak sekali masuk notifikasi. Malamnya saya buka, 2 hari yang like orang luar semua yang publish, bukan orang Makassar. Saya tidak tahu (kenapa begitu),” ungkapnya.

“Mungkin karena lagi momentumnya (ada demo) omnibus law dan mungkin hal-hal begini jarang mereka lihat, perempuan orasi, dan lain-lain sebagainya,” lanjutnya.

Sasa kembali menegaskan mengaku tidak malu dengan orasinya yang viral di media sosial. Namun dia mengaku risi karena banyak media yang mengungkap fakta lain soal dirinya di luar video orasinya yang viral.

Dan menurutku saya tidak masalah (orasi viral), karena saya sudah tahu konsekuensinya, kalau saya berani bicara di depan umum, pasti bakal ada orang yang ekspose. Saya sudah tahu konsekuensinya,” jelasnya.