Rekor Baru Vonis Seumur Hidup Untuk Perkara Korupsi dari Kasus Jiwasraya

Kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya memasuki babak baru. Keempat terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya divonis hakim penjara seumur hidup. Vonis ini merupakan rekor baru hukuman bagi koruptor.

Seperti yang dikutip dari detik.com, alasan dikeluarkannya vonis seumur hidup karena sejalan dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) yang baru. Mahkamah Agung di bulan Agustus yang lalu mengeluarkan peraturan MA Nomor 1 Tahun 2020. Dalam aturan yang dibuat oleh MA dijabarkan bahwa koruptor yang korupsi Rp 100 M atau lebih dihukum maksimal penjara seumur hidup atau penjara 16 hingga 20 tahun.

Perma ini bertujuan untuk memberikan efek jera bagi koruptor. Perma ini juga dikeluarkan untuk menghindari perbedaan hukuman yang mencolok bagi satu koruptor dengan koruptor lainnya.

Keempat terdakwa kasus Jiwasraya adalah Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Keempatnya divonis hakim penjara seumur hidup karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri bersama Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat senilai Rp 16 triliun. Mereka terbukti melanggar melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman pidana penjara seumur hidup,” kata ketua majelis hakim di PN Tipikor Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (12/10).