DPR Mengirim Naskah Resmi UU Cipta Kerja ke Setneg

Naskah final Omnibus Law Undang Undang (UU) Cipta Kerja sejumlah 812 halaman disetorkan oleh DPR ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) di Kompleks Istana Kepresidenan.

Seperti yang dilansir dari detik.com, naskah final UU Cipta Kerja ini akan diterima oleh Mensesneg Pratikno.

“Sesuai dengan penugasan pimpinan DPR kemarin, hari ini, saat ini saya akan menuju ke Setneg untuk mengantarkan. Ini RUU Cipta Kerja,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar di gedung Nusantara III, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Pada hari ini Rabu (14/10/2020) tepatnya sekitar pukul 13.05 WIB, Indra dari gedung DPR menuju Kemensetneg, Jakarta Pusat.

“Saya kira itu clear, siang ini saya meluncur ke Setneg untuk menyampaikan itu dan saya sudah berjanji dengan Mensesneg untuk menyampaikan langsung,” ujar Indra.

Indra menegaskan naskah final UU Cipta Kerja yang dibawanya ke Kemensetneg berjumlah 812 halaman. Naskah yang dibawa Indra itu terlihat bersampul putih. Indra juga terlihat membawa satu amplop surat berwarna putih.

“Seperti yang disampaikan pimpinan DPR kemarin 812, nggak ada yang berubah,” imbuhnya.

 Sebelumnya terjadi kesimpangsiuran yang beredar di masyarakat mengenai jumlah halaman UU Cipta Kerja. Dalam konferensi pers di gedung Nusantara III, Jakarta, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menegaskan bahwa naskah resmi UU Cipta Kerja berjumlah 812 halaman.

“Kalau sebatas UU Cipta Kerja hanya sebatas 488 halaman, ditambah penjelasan menjadi 812 halaman, sehingga simpang siur jumlah halaman, ada yang seribu sekian, 900 sekian, secara resmi kami lembaga DPR RI, berdasarkan laporan dari Bapak Sekjen (Sekjen DPR Indra Iskandar), netting jumlah halaman sebanyak 812 halaman,” kata Azis dalam konferensi pers di gedung Nusantara III, kompleks DPR, Jakarta, Selasa (13/10).