Anggota Panja Menegaskan Bahwa UU Cipta Kerja Tidak Berubah Setelah Disahkan

Anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja Firman Soebagyo mengatakan UU Cipta Kerja yang disahkan tidak ada mengalami perubahan substansi. Firman menjelaskan perubahan yang terjadi ada di persoalan teknis terkait halaman.

Seperti yang dikutip dari detik.com, Firman memberikan keterangan tentang perubahan halaman draft UU Cipta Kerja.

“Sesuai UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, penulisan draft RUU harus sesuai standardisasi yang diatur dalam UU yaitu diketik dengan jenis huruf Bookman Old Style, size 12 dan dicetak di kertas F4. Tidak ada substansi yang berubah. Karena penyesuaian huruf dan kertas maka jumlah halaman berubah. Selama pembahasan ada yang menggunakan kuarto jadi tidak sesuai,” ungkap Firman dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Hal teknis yang membuat jumlah lembaran UU Cipta Kerja tidak sama. Tim perumus dan tim sinkronisasi dijelaskan Firman tidak boleh menambah dan mengurangi draft UU Cipta Kerja.

“Mereka hanya melihat sistem penulisannya saja. Tim ini melibatkan ahli bahasa dan ahli bahasa hukum. Ahli bahasa melihat, apakah yang ditulis dalam draft RUU sudah sesuai dalam kamus bahasa Indonesia, sebab jika tidak bisa menimbulkan persepsi yang berbeda,” ujar anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Golkar itu.

Beredar kabar anggota Panja yang mengaku belum menerima draf RUU Cipta Kerja, Firman mempertanyakannya.

“Anggota Panja yang belum terima draft di rapat paripurna hadir secara fisik atau tidak? Yang jelas sudah dibagikan semua ke Kapoksi masing-masing,” ucapnya.

Firman juga membantah bahwa RUU Cipta Kerja dibuat terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Firman menjelaskan bahwa pembahasan RUU Cipta Kerja masuk dalam Prolegnas prioritas tahunan. Firman mengatakan pada tanggal 24 April 2020 Raker pertama diadakan.

“Sejak saat itu dibahas nonstop, karena Undang-undang ini dianggap penting untuk memperbaiki ekonomi, untuk menghadapi situasi bangsa yang sedang terpuruk di masa pandemi, bahkan saat reses pun kita lembur,” tuturnya.