Ma’ruf Amin, Untuk Menghindari Konflik karena Perbedaan Politik Harus Selalu Saling Menghormati

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menjelaskan, adanya perbedaan pandangan politik merupakan salah satu pemicu konflikdan ketengangan.

Seperti yang dikutip dari detik.com, Ma’ruf menekankan bahwa harus ditingkatkan sikap yang saling menghargai diantara satu sama lain.

“Kita harus juga mengakui bahwa masih ada ‘kerikil kecil’ berupa pemahaman dan kesadaran untuk menjaga keberagaman dan perbedaan yang belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama. Dalam komunitas kita masih melihat adanya konflik dan ketegangan akibat adanya perbedaan politik tertentu sehingga terjadi diskriminasi yang didasarkan atas perbedaan latar belakang agama, suku dan budaya,” kata Ma’ruf saat menjadi pembicara di acara ASEAN Interfaith Camp 2020 secara daring, Rabu (14/10/2020).

Dampak dari perbedaan pandangan politik tersbut mengakibatkan susahnya diwujudkan perdamaian dan harmonisasi. Konflik ini juga berimbas terhadap upaya menciptakan kesejahteraan rakyat.

“Sebagai akibatnya, perdamaian dan harmoni belum bisa diwujudkan dan konflik serta kekerasan pun terus terjadi, dan program-program pembangunan yang semestinya dapat dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat menjadi terkendala,” katanya.

Ma’ruf kembali menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik harus menjadi catatan penting. Perbedaan-perbedaan itu diharapkan Ma’ruf menjadi pelajaran bersama.

“Kenyataan itu tentu patut menjadi catatan penting dan keprihatinan kita bersama, dan oleh karenanya patut menjadi pelajaran yang berharga,” tuturnya.

Ma’ruf berharap permasalahan dapat diselesaikan dengan menjunjung tinggi sikap saling menghormati.

“Saya berharap ke depan hal tersebut secara bertahap akan dapat kita selesaikan secara bersama-sama dengan baik dan tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghormati kedaulatan masing-masing,” kata dia.

Dalam acara ASEAN interfaith Camp 2020 Ma’ruf menyampaikan kepada peserta harus selalu membangun komunitas. Sikap toleransi dan moderasi harus dikedepankan.

“Pemuda ASEAN memainkan peranan yang sangat penting dalam membangun komunitas dengan karakter yang toleran di ASEAN. Bagi saya, para generasi muda ASEAN saat ini memiliki keistimewaan karena telah hidup dalam sebuah komunitas di mana toleransi, moderasi dan kerukunan menjadi suatu kebutuhan dalam mencapai tujuan hidup bersama,” jelasnya.