Gatot Nurmantyo Din Syamsuddin dan Petinggi KAMI Dilarang Masuk Bareskrim, Adu Mulut Sempat Terjadi

 

Rancah.com –  Petinggi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) akhirnya beraksi atas ditangkapnya 8 orang pimpinan KAMI dari berbagai daerah di Indonesia. Gatot Nurmantyo hingga Din Syamsuddin akhirnya mendatangi Bareskrim Polri. Namun, saat mendatangi Bareskrim Para deklarator utama KAMI itu tidak diizinkan masuk, hingga adu mulut dengan petugas pun sempat terjadi.

Seperti dilansir Rancah.com dari laman detiknews, Jenderal Purn Gatot Nurmantyo dan rekannya mendatang Bareskrim Polri, selanjutnya menunggu izin untuk bertemu dengan Kapolri Idham Azis, lalu rombongan KAMI mendapatkan laporan bahwa Kapolri sedang tidak ada ditempat. Alasannya, selama Pandemi Covid-19 Kapolri dikatakan lebih banyak tidak berada ditempat.

“Kami bersama dengan divisi-divisi yang ada atau komite-komite yang ada ingin ketemu Kapolri, tapi dari jawaban tadi, Kapolri selama masa COVID ini lebih banyak tidak ada di kantor,” kata Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani di lokasi.

Setelah laporan tersebut, Rombongan petinggi KAMI pun mencoba masuk kedalam gedung Bareskrim, namun dihalangi oleh petugas yang berjaga di lobi, dan sempat terjadi Perdebatan antara KAMI dan petugas yang berjaga.

Tidak diperbolehkan, selanjutnya Ahmad Yani mencoba melakukan perundingan dan meminta agar tim bisa masuk dan menuju lantai 15 dengan permintaan agar bisa bertemu dengan Syahganda Nainggolan serta Jumhur Hidaya. Namun, permintaan itu tetap dilaran goleh pihak kepolisian.

Suasana lalu memanas saat Yani tetap meminta agar pihaknya bisa diperbolehkan masuk. Sempat terdengar suara bentak-bentakan.

Adu mulut Yani dan polisi masih berlangsung beberapa saat dan coba dihentikan oleh anggota KAMI yang lain. Karena tetap tak mendapat izin, rombongan KAMI akhirnya meninggalkan gedung Bareskrim Polri.

Gatot Nurmantyo bersama Din Syamsuddin dan presidium KAMI lainnya meninggalkan gedung Bareskrim tanpa mengucapkan sepatah kata pun.