Konferensi PERS, Polri Tunjukkan Para Petinggi KAMI Dihadapan Para Awak Media

Rancah.com –  Lakukan Per Konference Polri buka kepada publik 9 orang para petinggi KAMI yang menjadi tersangka dibalik rusuhnya aksi demo tolak Omnibus Law pada 8 Oktober 2020 lalu.

Jumpa Pers dilakukan oleh Polri di Bareskrim Polri, Jakarta pada hari Kamis (15/10/2020) di pimpin oleh Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Aryo Yuwono serta Dirtipid Siber Brigjen Slamet Uliandi.

Para tersangka yang berjumlah 9 orang di hadirkan dihadapan para pers, sebanyak 5 orang adalah laki-laki sementara 4 orang lagi adalah perempuan. Mereka dihadirkan di depan para awak media dengan menggunakan pakaian Orange dengan tangan diborgol.

Beberapa tersangka tampak berada di barisan depan. Para tersangka yang berada di barisan depan tersebut di antaranya Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KA), dan petinggi KAMI Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH) dan Anton Permana (AP).

Tersangka lainnya juga ikut dipamerkan. Tersangka lain yang ikut dipamerkan adalah Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP) Kingkin Anida (KA) dan Deddy Wahyudi (DW) yang merupakan admin akun @podoradong.

Dalam jumpa pers, Argo mengungkapkan peran-peran para tersangka. 4 tersangka dari Medan melakukan aktivitas di media sosial yang diduga menjadi salah satu penyebab demonstrasi berakhir dengan kerusuhan.

Ada beberapa kegiatan yang terpantau di media sosial, yang saya sampaikan ini dari Medan. Yang dari Medan ini akhirnya kita menemukan ya, ada dua LP kemudian ada empat tersangka yang kami lakukan penangkapan dan penahanan,” ujar Argo.

“Pertama KA, JG, NZ dan kemudian ada WRP,” imbuh Argo.

Sementara, tersangka lain yang ditangkap di Jakarta, salah satunya Jumhur Hidayat diduga mengunggah ujaran kebencian melalui akun Twitter pribadinya yang berkaitan dengan omnibus law UU Cipta Kerja. Cuitan itu disebutnya berakibat pada suatu pola anarkis dan vandalisme.

Tersangka JH ini di akun Twitternya menulis salah satunya ‘undang-undang memang untuk primitif, investor dari RRT, dan pengusaha rakus‘. Ini ada di beberapa twitnya,” kata Argo dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Kamis (15/10/2020).