Ternyata Ini Alasan Polisi Tolak Gatot, Rocky Gerung, Din Syamsuddin Dll Jenguk Rekannya yang Ditahan di Bareskrim Polri

Rancah.com – Ditolaknya kunjungan para petinggi KAMI yakni Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, Din Syamsudin, Ahmad Yani, Rocky Gerung beserta para petinggi dan eksekutif KAMI saat ingin menjenguk para petinggi KAMI yang ditahan oleh Polisi, menjadi perhatian publik.

Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa ia dan beberapa rekannya ingin bertamu ke ruang kerja Kapolri Idham Azis, namun polisi yang berjaga tidak memberikan izin masuk karena alasan Kapolri sedang tidak berada di tempat.

Selanjutnya, para petinggi KAMI itu meminta agar bisa menjenguk rekan mereka yang lainnya, sesama petinggi KAMI yakni Syahganda Nainggolan dan rekannya, juga tidak mendapatkan Izin dari pihak kepolisian. Dan ternyata alasannya, adalah karena memang setiap orang yang masih dalam status pemeriksaan tidak bisa di izinkan.

“Namanya orang mau menengok tersangka itu ada jadwalnya. Apabila ada jadwalnya pun kalau masih dalam pemeriksaan juga tidak kita izinkan, karena masih dalam pemeriksaan,” ucap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono
di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Beberapa para petinggi KAMI yang ditahan di bareskrim Polri antara lain Anton Permana, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Mereka bertiga telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus kasi demo UU Cipta Kerja yang berujung ricuh.

Argo pun meminta agar masyarakat yang ingin menjenguk juga menghargai penyidik yang masih bekerja.

“Kita juga harus sama-sama saling menghargai, penyidik juga masih bekerja, masih memeriksa,” kata dia.

Sempat terjadi perdebatan antara para petinggi KAMI dengan polisi yang berjaga di lobi Bareskrim Polri.

“Kami hanya ingin menjenguk,” ujar salah satu anggota rombongan. “Saya tahu, saya polisi. Tapi tidak bisa,” ujar petugas yang berjaga di sana.

“Saya dengar, tapi tidak bisa,” kata aparat tersebut.

“Kami hanya mau jenguk,” jawab seorang elite KAMI di antara rombongan.

“Saya tahu, saya polisi!” jawab aparat yang menjaga pintu masuk itu lagi dengan nada keras.