Tak Bisa Temui Anggota KAMI, Gatot Nurmantyo Adu Mulut Dengan Polisi di Bareskrim

Terjadi Adu Mulut Antara Rombongan KAMI Dengan Polisi di Bareskrim. Foto : detik.com

 

Niatnya bertemu dengan Kapolri Jenderal Idham Aziz, terpaksa diurungkan pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo hingga Din Syamsuddin. Bahkan, usai keduanya terlibat adu mulut dengan polisi, Gatot cs memutuskan untuk meninggalkan Bareskrim.

 

Dikutip dari laman detik.com, Jumat (16/10/2020), sebanyak delapan anggota KAMI sebelumnya telah ditangkap oleh Tim Cyber Bareskrim Polri. Penangkapan anggota KAMI ini dilakukan terkait aksi demo Omnibus Law UU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 yang berakhir ricuh.

 

Diungkapkan oleh pihak Polri, bahwa penangkapan tersebut bermula dari percakapan di grup WhatsApp. Adapun kedelapan orang yang ditangkap itu, di antaranya yakni Ketua KAMI Medan, Khairi Amri di Medan oleh Polda Sumut, bersama JG, NZ. Kemudian ada KA, deklarator KAMI Anton Permana, petinggi KAMI Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat

 

Gatot hingga Din diketahui tiba di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis 15 Oktober 2020, sekitar pukul 12.17 WIB. Meski demikan, Gatot belum banyak berbicara soal maksud kedatangannya dan akan bertemu dengan Kapolri Jenderal Idham Azis terlebih dahulu.

 

“Mau bertemu Kapolri dulu,” kata Gatot singkat.

 

Seperti diketahui, bahwa agenda kedatangan Gatot dkk ini yakni terkait permintaan pembebasan tokoh KAMI. Bahkan, usai audiensi, akan ada keterangan pers yang turut disampaikan.

 

Awalnya, rombongan KAMI masuk ke Gedung Bareskrim Polri dan menunggu di lobi Bareskrim untuk menunggu izin bertemu dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. Akan tetapi, Gatot cs mendapat laporan bahwa Kapolri sedang tidak berada di tempat.

 

“Kami bersama dengan divisi-divisi yang ada atau komite-komite yang ada ingin ketemu Kapolri, tapi dari jawaban tadi, Kapolri selama masa Covid-19 ini lebih banyak tidak ada di kantor,” kata Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani di lokasi.

 

Tak percaya dengan laporan tersebut, rombongan KAMI pun tetap mencoba masuk ke gedung Bareskrim. Akan tetapi, mereka mendadak dihalangi oleh polisi yang berjaga di lobi. Hingga akhirnya, mereka terlibat adu perdebatan.

 

Untuk bertemu dengan Syahganda Nainggolan hingga Jumhur Hidayat, Ahmad Yani pun mencoba melobi agar pihaknya diperbolehkan menuju lantai 15. Namun, polisi bergeming dan tetap melarang rombongan KAMI masuk. Hal ini membuat suasana mendadak berubah memanas saat Yani tetap meminta agar pihaknya bisa diperbolehkan masuk. Bahkan, sempat juga terdengar suara bentak-bentakan.

 

Anggota KAMI yang lain berusaha menghentikan adu mulut Yani dan polisi yang masih berlangsung beberapa saat. Dikarenakan tetap tak mendapat izin, Gatot Nurmantyo bersama Din Syamsuddin dan presidium KAMI lainnya akhirnya meninggalkan gedung Bareskrim Polri. Diakui oleh Gatot, bahwa tak ada masalah jika dirinya bersama KAMI ditolak masuk.

 

“Kita ini kan bertamu meminta izin untuk menengok. Kami presidium, eksekutif, dan lain-lain. Kami menunggu sampai ada jawaban, ya terima kasih nggak ada masalah. Ya sudah,” kata Gatot.

 

Dalam pengakuannya, Gatot sendiri tidak mengetahui apa alasan dirinya beserta rombongan KAMI tidak diizinkan masuk ke dalam. Akan tetapi, ia mengatakan jika rombongannya tidak mendapat izin.

 

“Kalau itu nggak tahu, ya pokoknya nggak dapat izin ya nggak masalah,” ujarnya.

 

Lantaran upaya menemui anggota KAMI gagal, Gatot bersama presidium dan rombongan KAMI akhirnya berjalan menuju pintu keluar Mabes Polri. Setibanya di luar, Gatot cs kemudian masuk ke dalam mobil.

 

“Ya pulanglah mau ke mana lagi, masa mau tidur sini?” imbuhnya.