Terungkap Fakta Praktik Prostitusi Dibalik 6 ABG Aceh Pesta Seks Selama 4 Hari

Ilustrasi Foto : detik.com

 

Dibalik kasus 6 orang ABG yang diduga menggelar pesta seks selama 4 hari, ada sejumlah fakta baru yang berhasil diungkapkan pihak kepolisian. Fakta baru tersebut, yakni mengenai dua wanita di antara 6 ABG yang pesta seks rupanya terlibat praktik prostitusi.

 

Dikutip dari laman detik.com, Jumat (16/10/2020), terungkapnya pesta seks ini bermula saat warga di Kecamatan di Pidie menggerebek rumah kosong pada Kamis 1 Oktober 2020 sekitar pukul 03.00 WIB. Pada waktu itu, warga menarus rasa curiga dengan aktivitas keenam remaja tersebut di rumah orang tua salah satu tersangka yang telah lama kosong.

 

Dalam kasus ini, pihak kepolisian pun terus mendalami dan memeriksa keenam remaja tersebut. Dan hasilnya menyatakan, bahwa dua anak perempuan dari keenam ABG tersebut, rupanya terlibat praktik prostitusi.

 

“Berdasarkan pengembangan perkara tindak pidana khalwat dan ikhtilat serta pengakuan zina, diperoleh fakta baru bahwa para pelaku anak perempuan tersebut ada terkoneksi dengan jaringan prostitusi anak yang dikendalikan oleh muncikari,” kata Kasat Reskrim Polres Pidie, Iptu Ferdian Chandra.

 

Diduga, kedua anak perempuan tersebut diperdagangkan oleh seorang perempuan berinisial IF (38) asal Pidie ke pria hidung belang. Terhitung sejak Juli hingga September 2020, IF rupanya telah mengendalikan kedua anak itu.

 

“Korban ditawarkan kepada tiga orang laki-laki,” jelas Ferdian.

 

Pada Selasa (13/10/2020), IF pun diciduk oleh polisi di Pidie. Dalam penangkapan tersebut, ada dua orang pria, yaitu IK dan DI, yang juga turut diamankan pihak kepolisian.

 

“Satu pelaku berinisial I masih dalam pengejaran. Selanjutnya tersangka dibawa dan diamankan ke Sat Reskrim Polres Pidie guna penyidikan lanjut,” jelas Ferdian.

 

Polisi juga turut mengungkapkan fakta lainnya, bahwa kedua ABG perempuan itu rupanya ‘dijual’ seharga ratusan ribu rupiah kepada pria hidung belang. Tak disangka, keduanya ‘dijual’ ke tiga pria hidung belang sebanyak tiga hingga empat kali.

 

“Keduanya telah diperdagangkan kepada laki-laki hidung belang oleh tersangka IF dari Juli sampai September kepada tiga orang laki-laki dengan bayaran sebesar Rp 200 ribu sampai dengan Rp 500 ribu,” kata Iptu Ferdian Chandra,.

 

Ferdian menuturkan, bahwa IF menawarkan kedua korban dengan memperlihatkannya ke pria hidung belang. Pada saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, satu korban terungkap pernah diperdagangkan sebanyak empat kali dan satu lagi tiga kali.

 

“Keduanya ditawarkan masing-masing ke tiga pria termasuk salah satunya yang masih kita buru. Tidak ada barang bukti dalam perkara ini karena tersangka langsung memilih korban nak yang diinginkan yang telah diperlihatkan oleh tersangka” kata Ferdian.

 

Atas tindakan ini, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Di antaranya yakni Pasal 2 UU Nomor 2 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Perdagangan Orang Jo, Pasal 76f Jo, Pasal 81 Jo, Pasal 82 Jo, Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Uuri Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.