Tuduh Polisi Sebagai Provokator Demo Omnibus Law Ciptaker, ASN di Banjarbaru Diamankan

Ilustrasi Foto : detik.com

 

Dikarenakan mengunggah status yang menuduh polisi sebagai provokator demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker) di Banjarmasin, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Banjarbaru turut diamankan Resmob Polres Banjarbaru.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Jumat (16/10/2020), pelaku berinisial FH (46) yang merupakan mantan lurah itu, kini bertugas di salah satu SKPD Pemko Banjarbaru. FH diduga telah menuliskan kabar hoaks melalui status via WhatsApp, pada Kamis (15/10/2020) pagi. Tampak dalam unggahannya, pria berkepala plontos ini menuliskan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung di Banjarmasin, akan rusuh jika dikawal oleh pihak kepolisian.

 

FH juga menyebut, bahwa aksi massa demonstrasi itu akan disusupi intel kepolisian yang membuat terjadinya kerusuhan. Akibat unggahannya tersebut, FH kemudian diamankan di hari yang sama. Adapun unggahan FH yang dituliskan tersebut, bunyinya seperti ini:

 

“Demo hari ini di bjm akan damai ketika dikawal TNI namun sebaliknya jika POLRI maka akan rusuh kpd adek2ku dan kwn2 sekalian yg demo ht ht penyusup dr intel berpakaian almamater krn td tmpk terlihat dr polda ada bbrp intel yg membawa almamater patut d duga ini provokasi yg dilakukan oleh mereka utk rusuh.”

 

Unggahan postingannya tersebut, membuat FH harus berurusan dengan pihak kepolisian. Diketahui, FH diamankan oleh Tim Resmob Polres Banjarbaru yang dipimpin Kanit Resmob, IPTU M Alhamidie di kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru.

 

Kepada awak media, Kasubbag Humas Polres Banjarbaru, Iptu Tajuddin Noor sendiri turut membenarkan adanya penangkapan FH pada Kamis (15/10) sore.

 

“Saat ini yang bersangkutan ditangkap dan proses hukum di Polres Banjarbaru. Dikarenakan kasus ujaran kebencian (Hate spech) terhadap Polri dan masih menjalani pemeriksaan intensif,” kata Tajuddin.

 

Diungkapkan oleh Tajuddin, bahwa FH diduga menyiarkan berita atau pemberitaan bohong, dengan sengaja menerbitkan atau dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat. Menurut Tajuddin, tuduhan FH kepada polisi dianggap bersifat serius.

 

“Bahwa terhadap postingan status tersebut, dapat mengakibatkan kegaduhan dan merupakan tuduhan secara serius terhadap instansi Polri, khususnya Polda Kalsel yang menyatakan bahwa Polri adalah sebagai provokator. Selanjutnya berdasarkan hal tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Banjarbaru untuk diproses lebih lanjut secara hukum,” pungkasnya.