Kritik Keras Dubes RI Terkait Bahaya Diksi ‘Tsaurah’ Dari FPI

Duta Besar Indonesia Untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Foto : 20 detik

 

Penggunaan diksi ‘tsaurah’ dalam siaran pers FPI terkait rencana kepulangan Hbaib Rizieq Syihab ke Indonesia, turut disesalkan oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Menurut Agus, tsaurah dalam bahasa Arab sendiri bisa bermakna kudeta.

 

“Jelas kami sangat menyayangkan dokumen berbahasa Arab yang dibaca di demo kemarin terutama diksi ‘tsaurah’ yang merupakan terjemahan dari ‘revolusi’ sangat tabu di Arab Saudi. Apalagi ‘tsaurah’ sendiri bisa bermakna ‘inqilab’ (kudeta), faudha (chaos, kekacauan), intifadhah (pemberontakan), taqatul (peperangan, saling bunuh), idhtirab (gangguan keamanan) dan tamarrud (pemberontakan),” kata Agus seperti dikutip dari laman detik.com, Jumat (16/10/2020).

 

Agus menuturkan, bahwa diksi ‘tsaurah’ sendiri dinilai sangat sensitif bagi publik di Arab Saudi. Dia bahkan meyakini, jika umat Islam pasti tidak akan rela apabila kota suci Mekkah dipakai untuk meneriakkan ‘tsaurah’ terhadap negara yang syar’iyyah (konstitusional) Indonesia.

 

“Sangat sensitif jika dibaca oleh publik Arab Saudi. Dan saya yakin Saudi dan umat islam tidak akan rela kota suci Mekkah dipakai untuk meneriakkan ‘tsaurah’ terhadap negara yang syar’iyyah (konstitusional) Republik Indonesia,” ujar Agus.

 

Secara tegas Agus mengatakan, bahwa dia sendiri tidak menghalangi kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia. Akan tetapi, Agus juga mengingatkan agar semua pihak mengikuti aturan yang ada di Arab Saudi.

 

“Mengenai rencana kepulangan MRS ke Indonesia, KBRI tidak pernah menghalang-halangi. Namun kami hanya berpesan, jika hal tersebut harus mengikuti aturan Saudi, jangan buat aturan sendiri,” kata Agus.

 

Seperti diketahui, bahwa diksi ‘tsaurah’ yang digunakan FPI itu termuat dalam siaran pers dalam tiga bahasa berjudul ‘Pengumuman dari Kota Suci Makkah tentang Rencana Kepulangan IB-HRS’.

 

Adapun diksi ‘tsaurah’ itu berada di halaman kedua siaran pers yang menggunakan bahasa Arab. Dimana, FPI mengartikan diksi ‘tsaurah’ itu sebagai revolusi.

 

Terkait soal rencana kepulangan Habib Rizieq ini, Ketum FPI KH Ahmad Shabri Lubis sebelumnya telah menyampaikan hal tersebut saat aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ketika itu, Shabri menyebut bahwa Habib Rizieq akan memimpin revolusi.

 

“Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi,” kata Shabri dari atas mobil komando, Selasa (13/10/2020).