Budi Dalton: Perubahan Nama Menjadi Provinsi Sunda Harus Dikaji dan Ditelaah

Budayawan dari Sunda sekaligus dosen, Budi Setiawan Garda Pandawa alias Budi Dalton, mendukung wacana yang beredar tentang perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Budi menggarisbawahi dukungannya tentang pergantian nama ini melalui penelaahan yang mendalam.

Seperti yang dikutip dari CNNIndonesia.com, Budi menyampaikan pendapatnya di tempat kediamannya.

“Saya tidak menyatakan setuju atau tidak setuju tetapi harus dilihat perspektifnya dulu. Bahwa pembagian pulau Jawa dibagi ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, oleh Belanda karena kepentingan perkebunan (afdeling). Kemudian, saya disebut warga Jawa Barat karena tinggal di Pulau Jawa paling barat. Pada saat Pulau Jawa paling baratnya memisahkan diri dengan nama Banten menurut saya yang paling layak mendapatkan nama Jawa Barat adalah mereka,” ujar Budi saat CNNIndonesia.com bertamu ke rumahnya di bilangan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis (16/10).

Budi menegaskan dia juga ikut dilibatkan oleh sejumlah tokoh dalam pergantian nama tersebut.

“Saya ada juga di dalamnya. Dulu, disebutkan bakal ada Kongres Bangsa Sunda pada 13 Desember 2019 di Gedung Merdeka. Tapi sempat terhenti karena ada isu kemunculan Sunda Empire (yang melemahkan semangat pergerakan), jadi semangatnya turun. Setelah itu mungkin diperluas Andri (red: Ketua Steering Committee Kongres Sunda 2020 Andri Kantraprawira) sampai akhirnya jadi banyak tokoh-tokoh,” ucapnya.

Budi menjelaskan bahwa perlunya sosialisasi kepada masyarakat luas perlu ditingkatkan. Budi juga mengatakan bahwa pergantian nama provinsi ini harus memiliki tujuan yang jelas.

“Artinya, menurut saya, semua pendapat ditampung dulu. Sehingga pada saat kita menyatakan nama provinsinya juga persepsinya sudah sama. Apakah jadi Provinsi Pasundan, Provinsi Tatar Sunda, atau Provinsi Parahyangan,” kata pria 47 tahun itu.