Penjelasan KPK Soal Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri memberikan penjelasan mengenai pengadaan mobil dinas pimpinn KPK. Ali menjelaskan bahwa pimpinan KPK selama ini belum memiliki mobil dinas.

Seperti yang dilansir dari detik.com, Ali menyebutkan bahwa pimpinan dan pejabat structural KPK sampai saat ini masih menggunakan kendaraan pribadi ke kantor.

“Pimpinan dan struktural hingga kini ini memakai kendaraan pribadi sampai kantor,” kata Ali kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Muncul pertanyaan, bagaimana jika ada kegiatan di luar kantor KPK? Ali menjelaskan kembali bahwa jika ada kegiatan di luar kantor KPK, pimpinan dan pejabat structural menggunakan kendaraan operasional kantor.

“Jadi tidak ada mobil dinas jabatan, baik pimpinan maupun struktural,” ucap Ali.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pimpinan KPK direncanakan akan mendapatkan mobil dinas baru. Dianggarkan sekitar Rp. 5 miliar untuk pembelian mobil dinas tersebut. Tidak hanya pimpinan KPK, Dewan Pengawas (Dewas) KPK juga ikut direncanakan mendapatkan jatah mobil dinas tersebut.

Perencanaan pengadaan mobil dinas ini terungkap dari daftar anggaran KPK untuk 2021 yang telah disetujui oleh Komisi III DPR. Dari informasi yang diterima, mobil jabatan untuk ketua KPK dianggarkan sebesar 1,45 miliar. Sedangkan untuk empat Wakil Ketua KPK masing-masing dianggarkan Rp 1 miliar. Untuk mobil yang dianggarkan spesifikasinya 3.500 cc.

Sementara itu, untuk mobil jabatan lima Dewan Pengawas (Dewas) KPK masing-masing dianggarkan Rp. 702 juta. Sehingga total anggaran untuk ke lima anggota Dewas sebesar Rp. 3,5 miliar. Anggaran mobil yang sama dengan Dewas KPK ini dianggarkan juga untuk enam pejabat eselon I KPK.

Akan tetapi dari Dewan Pengawas (Dewas) KPK menolak rencana pengadaan mobil dinas tersebut.