Mahasiswa Gaungkan Lengserkan Jokowi, Mantan Jenderal Ini Langsung Skakmat Para Pendemo …

Rancah.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin merespon mosi tidak percaya yang digaungkan oleh para mahasiswa saat melakukan Demonstrasi. Menurut TB Hasanuddin aspirasi para mahasiswa tidak nyambung dengan sistem presidensial yang dianut sistem pemerintahan Indonesia saat ini.

mahasiswa mendesak bahwa mosi tidak percaya kepada Pemerintahan Jokowi merupakan bentuk dari Pemerintah yang tidak mendengarkan aspirasi dari para Masyarakat.

Dalam aksinya sekelompok massa dari gerakan mahasiswa juga mendengungkan lengserkan Presiden Jokowi.

TB Hasanuddin menegaskan bahwa pemakzulan Presiden Jokowi saat ini sangat-sangat tidak mungkin dilakukan karena konfigurasi partai politik yang kuat mendukung pemerintahan.

“Ini seperti ungkapan ‘Jaka Sembung Naik Ojek, Enggak Nyambung Jek’. Mosi tidak percaya ini berlaku di negara dengan sistem pemerintahan parlementer. Sedangkan Indonesia menganut sistem presidensial bukan parlementer,” kata TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin menegaskan, kalimat mosi tidak percaya yang didengungkan demonstran tidak dapat melengserkan Presiden Jokowi yang belum genap satu tahun memimpin.

TB Hasanuddin pun menilai sistem presidensial memiliki mekanisme berbeda dari sistem parlementer untuk melengserkan kepala pemerintahan.

“Tidak mudah menurunkan presiden pilihan rakyat. Proses pemakzulan presiden cukup sulit. Jadi kita kita tidak kenal sistem parlementer,” katanya.

Mantan Calon Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018 lalu tersebut menyebut mosi tidak percaya adalah hak DPR secara politik kepada kebijakan pemerintah, bukan dari publik.

Hal itu sesuai dengan hak-hak DPR pasal 77 ayat 1 UU 27/2009 yakni interpelasi, angket, dan menyatakan pendapat.

“Mosi tidak percaya merupakan dari hak DPR untuk menyatakan pendapatnya atas ketidakpercayaan kepada pemerintah,” kata Hasanuddin dalam dialog.