Bupati Bogor Temui Massa Aksi Tolak Omnibus Law Ciptaker Dan Beri Orasi Dukungan

Bupati Bogor, Ade Yasin Beri Dukungan Massa Aksi Tolak Omnibus Law Ciptaker. Foto : kompas.com

 

Mendapati banyaknya massa demonstran yang melakukan unjuk rasa di depan kantornya, Bupati Bogor, Ade Yasin akhirnya memutuskan untuk menemui massa demonstran tersebut. Ade menyampaikan dalam orasinya, bahwa ia menyatakan seperjuangan dengan para buruh dan menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker).

 

Dikutip dari laman kompas.com, Sabtu (17/10/2020), Ade menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tindakan tegas dalam menindaklanjuti gelombang demonstrasi ribuan buruh di depan Kantor Bupati, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, pada Jumat (16/10/2020) kemarin. Dalam pengakuannya, Ade mengaku telah memenuhi komitmennya menghadiri aksi unjuk rasa ribuan buruh.

 

Di tengah-tengah massa aksi demo, Ade Yasin terlihat melambaikan tangan dan langsung turut ambil bagian sambil menyampaikan orasi. Ade mengatakan, bahwa dirinya memberi  dukungan penolakan dan keprihatinan terhadap warganya yang menjadi buruh.

 

“Hidup buruh, saudara-saudaraku yang tercinta, saya selaku bupati disini pasti akan berpihak kepada rakyatnya karena jumlah pabrik dan buruh terbesar di sini. Banyak ribuan buruh yang bekerja disini dan itu masyarakat saya. Mau orang itu berasal dari manapun, apakah dia warga Tapanuli, Maluku, tapi selama dia hidup di Kabupaten Bogor saya akan tetap dukung perjuangan saudara, tolak Omnibus Law,” lanjutnya. 

 

Ade juga turut mengapresiasi dan berterima kasih kepada para buruh karena sudah dua kali menggelar demo dan menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak membuat kerusuhan. Menurut Ade, aksi unjuk rasa menyuarakan aspirasi secara santun ini tentu akan ditiru oleh daerah lain.

 

“Secara pribadi saya sangat berterimakasih kepada kalian karena demo ini berjalan tertib. Ini tentu akan menjadi contoh, bahwa demo tidak harus merusak. Hidup buruh, kita hujan-hujanan bersama,” ungkap Ade dijawab riuh rendah para buruh sambil berteriak “Hidup Ade Yasin”.

 

“Saya tekankan agar kalian jangan takut, kita kawal terus Omnibus Law, saya punya komitmen terhadap buruh di Kabupaten Bogor,” seru Ade kembali.

 

Dalam kesempatan itu, Ade juga berjanji akan meneruskan suara massa aksi tolak Omnibus Law dengan mengirimkan surat rekomendasi ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, surat yang bertandatangan dirinya itu, akan ia tampilkan dan bacakan di hadapan buruh.

 

“Pada hari ini saya akan kirimkan surat ke presiden dan sekarang saya serahkan buktinya ke saudara-saudara yang ada di sini. Sekali lagi saya katakan, bahwa saya akan kawal terus. Hidup buruh,” jelas Ade.

 

Lebih lanjut Ade menilai, bahwa pengesahan UU Cipta Kerja ini telah memicu gelombang demonstrasi di berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor. Ini dikarenakan, pasal-pasal di dalam UU Cipta Kerja tersebut dinilai telah banyak merugikan para buruh di Kabupaten Bogor.

 

Oleh karena itu, Ade Yasin meminta agar Presiden Jokowi segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Dimana, peraturan tersebut nantinya akan mencabut atau membatalkan pengesahan RUU Omnibus Law Ciptaker.

 

“Jelas ini masyarakat saya dan jumlah buruh di Kabupaten Bogor terbesar ya ikatannya se-Indonesia juga dengan pengusaha terbesar se-Indonesia. Sehingga, ketika mereka meminta saya untuk mendukung untuk menyerahkan surat, ya saya serahkan karena mereka masyarakat saya,” kata Ade ditemui terpisah usai berorasi di hadapan massa buruh.

 

“Dalam situasi seperti ini kita diminta memilih, kan?” imbuh Ade ketika ditanya mengenai konsekuensi mengikuti demo.