Tanggapi Soal Habib Rizieq Hendak ‘Tsaurah’ di RI, MUI Sebut Harus Sesuai Koridor Hukum

Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi. Foto : detik.com

 

Rencana pemulangan Habib Rizieq Shihab untuk melakukan ‘tsaurah’ di Indonesia turut dipersilakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) asalakan tetap berada dalam koridor hukum. Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi mengungkapkan, bahwa sosok Habib Rizieq memiliki track record baik sebagai juru dakwah. Bahkan, ia menyebut jika Habib Rizieq memiliki hak untuk kembali ke Indonesia.

 

“MUI menilai bahwa IBHRS (Imam Besar Habib Rizieq Syihab) adalah warga Indonesia yang punya hak untuk kembali ke negaranya sesuai konstitusi. Ia tak pernah terlibat di bidang kriminal, pidana, terorisme, dan separatisme. Track record-nya baik sebagai juru dakwah,” kata Muhyiddin, seperti dikutip dari laman detik.com, Sabtu (17/10/2020).

 

Meski demikian, ditemukannya diksi ‘tsaurah’ dalam siaran pers FPI terkait rencana kepulangan Habib Rizieq turut disesalkan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Menurut Agus, diksi ‘tsaurah’ merupakan terjemahan dari revolusi dan bisa dimaknai kudeta.

 

Saat ditanya soal makna tersebut, Muhyiddin mengatakan bahwa revolusi tidak boleh berada di luar koridor hukum. Pasalnya, ini dinilai melanggar konstitusi negara. Akan tetapi, apabila revolusi dilakukan untuk kebaikan dan kebenaran, dia menilai jika hal tersebut merupakan tugas mulia.

 

“Adanya revolusi kebaikan dan kebenaran serta maksimalisasi perjuangan demi kedamaian adalah tugas mulia. Sementara yang dilarang adalah melakukan revolusi dengan melanggar konstitusi negara dan melanggar aturan main yang telah disepakati oleh negara. Kalau selama perjuangan tersebut di bawah koridor hukum Indonesia, maka tak ada yang bisa menghalanginya,” jelas Muhyiddin.

 

Terkait rencana kepulangan Habib Rizieq ini, sebelumnya telah disampaikan oleh Ketum FPI, KH Ahmad Shabri Lubis. Dimana, ia menyampaikan hal tersebut saat demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Diungkapkan oleh Shabri, bahwa Habib Rizieq berencana akan memimpin revolusi.

 

“Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi,” kata Shabri dari atas mobil komando, Selasa (13/10/2020).

 

Rencana revolusi ini juga tertuang dalam diksi tsaurah yang digunakan FPI dalam siaran pers dalam tiga bahasa berjudul ‘Pengumuman dari Kota Suci Makkah tentang Rencana Kepulangan IB-HRS’. Adapun diksi ‘tsaurah’ itu ada di halaman kedua siaran pers yang menggunakan bahasa Arab. Yang mana, FPI mengartikan tsaurah itu sebagai revolusi akhlak.

 

“Dalam terjemahan bahasa Indonesia yang kita keluarkan bersamaan, ‘tsaurah’ bermakna ‘revolusi’, dikuatkan juga oleh kita bahwa yang dimaksud revolusi adalah revolusi akhlak,” ujar Ketua DPP FPI, Slamet Maarif.