Motif Dukun ‘Corona’ Cabuli 10 Wanita di Tangerang Sedang Didalami Pihak Kepolisian

Ilustrasi Foto : detik.com

 

Sejauh ini, pihak kepolisian masih mendalami motif dukun ‘Corona’ bernama Sukardi, yang diduga mencabuli korbannya di Tangerang, Banten. Awalnya, pelaku mengaku hanya ingin mencari uang hingga akhirnya timbul niatan untuk mencabuli para korbannya.

 

“Motifnya ini masih kita dalami,” kata Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, AKP Zazali Hariyono, seperti dikutip dari laman detik.com, Sabtu (17/10/2020).

 

Diungkapkan oleh Zazali, bahwa hingga saat ini sudah 10 wanita yang melaporkan sebagai korban pencabulan dukun Sukardi. Dalam pengakuannya, Sukardi mengaku jika awalnya dia hanya ingin mengambil untung dari menjadi dukun yang mampu sembuhkan Corona. Akan tetapi, di benaknya timbul niatan untuk mencabuli korbannya.

 

“Mengaku seorang dukun untuk mendapat uang beli minyak terus kemudian dia mencabuli,” ucapnya.

 

Terungkap fakta, bahwa Sukardi sendiri rupanya tidak memiliki keahlian apapun dalam bidang pijat. Pasalnya, pelaku sendiri rupanya bekerja sebagai supir angkot dalam kesehariannya.

 

“Dia ini sebenarnya supir angkot, nggak ada keahlian di bidang pijat memijat dan bidang kesehatan,” ujarnya.

 

Diketahui, kasus ini awalnya terkuak setelah seorang korban lapor ke Pak RT. Dari informasi yang diterima oleh Pak RT, ada 6 korban lainnya yang rupanya sudah  dicabuli oleh pelaku.

 

Dalam kasus ini, pelaku mengaku sebagai dukun yang bisa mengobati segala macam jenis penyakit, termasuk virus Corona yang kini tengah menjadi masalah serius yang dihadapi dunia. Pelaku bahkan mematok bayaran sebesar Rp 200-300 ribu dari para korban.

 

Pada saat melakukan pengobatan dengan cara memijat korban, pelaku justru nekat mencabuli korbannya. Dimana, korban juga disuruh membuka pakaian dan melakukan ritual mandi air rendaman beras hingga pelaku melancarkan aksinya.

 

Polisi akhirnya berhasil menangkap Sukardi pada subuh di tempat persembunyiannya. Dan saat ini, pelaku masih diperiksa polisi.