Ahok Buka Suara Soal Kabar Premium Mau Dihapus

Wawancara Terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Foto : detik.com

 

Belakangan ini, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), MR Karliansyah kembali melontarkan wacana mengenai penghapusan Premium. Karliansya menyebut, bahwa Premium akan dihapus pada 1 Januari 2021 di Jawa, Madura  dan Bali (Jamali). Dan kemudian akan dilanjutkan ke wilayah lain.

 

“Syukur Alhamdulillah, Senin malam yang lalu saya bertemu dengan Direktur Operasi Pertamina, beliau menyampaikan per 1 Januari 2021, Premium di Jamali (Jawa, Madura, Bali) khususnya itu akan dihilangkan. Untuk selanjutnya, nanti menyusul kota-kota lainnya di Indonesia,” kata Karliansyah dalam webinar yang tayang di YouTube YLKI ID, seperti dikutip dari laman detik.com, Sabtu (21/11/2020).

 

Menanggapi wacana tersebut, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahja Purnama atau Ahok langsung buka suara. Ahok menjawab, bahwa hal itu tidak benar. Dia bahkan meminta agar hal itu dikonfirmasi ke direksi Pertamina.

 

“Setahu saya tidak benar. Cek ke direksi atau corcom,” kata Ahok.

 

Diketahui sebelumnya, manajemen Pertamina sempat menyatakan bahwa penghapusan Premium hanya bisa dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres).

 

“Semisalkan ada Premium yang mau dihapuskan, sudah pasti itu akan diterbitkan dulu regulasinya atau SK Menteri atau Perpres. Apalagi kalalu Premium (mau dihapus) itu juga (harus sesuai) dengan Perpres,” kata Vice President Promotion & Marketing Communication PT Pertamina, Arifun Dhalia dalam webinar yang diselenggarakan YLKI, pada Rabu (18/11/2020).

 

Pihaknya bahkan juga telah membatasi pasokan Premium dengan Program Langit Biru (PLB) yang memberikan harga Pertalite setara Premium, sembari menunggu hal tersebut. Upaya itu dilakukan agar masyarakat mau beralih dari Premium.

 

Terlebih lagi, negara ASEAN lainnya kini sudah tidak ada yang menjual BBM dengan kadar Research Octane Number (RON) 88 tersebut. Berbeda dengan di Indonesia. Bahkan, hanya ada 7 negara di dunia yang masih menggunakan BBM setara Premium.

 

“Hanya tinggal tujuh negara yang masih menjajakan setara premium ini yaitu Indonesia, Kolombia, Mesir, Mongolia, Bangladesh, Ukraina, dan Uzbekistan,” kata Arifun.