Kritik Keras Fadli Zon Untuk Pangdam Jaya Soal Pencopotan Baliho Habib Rizieq

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon. Foto : Twitter/@fadlizon

 

Aksi pencopotan baliho pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab yang dilakukan TNI beberapa waktu lalu atas instruksi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, turut dikritik keras oleh Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon. Menurut Fadli langkah yang dilakukan tersebut, di luar wewenang TNI.

 

“Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan dan tupoksi TNI,” kata Fadli seperti dikutip dari laman akun Twitter miliknya, @fadlizon, Sabtu (21/11/2020).

 

Tak hanya itu, Fadli bahkan tak segan-segan menyinggung dwifungsi ABRI yang pernah terjadi pada era Orde Baru. Dimana, dia menyebut bahwa saat ini TNI tidak bisa lagi terlibat jauh dalam ranah politik.

 

“Sebaiknya jgn semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lg “ dwifungsi ABRI” imbangi “ dwifungsi polisi”,” tulis Fadli dalam cuitan Twitternya.

 

Diberitakan sebelumnya, bahwa Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengaku bahwa pencopotan baliho Rizieq Syihab di beberapa titik Ibu Kota itu atas perintahnya.

 

Tampak dalam sebuah video berdurasi 11 detik yang beredar di media sosial, sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan spanduk bergambar  Habib Rizieq Syihab yang terpasang di baliho. Bahkan, video tersebut saat ini menjadi topic yang ramai diperbincangkan warganet.

 

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho habib rizieq itu perintah saya,” tegas Pangdam.

 

Dudung menjelaskan, bahwa alasannya melakukan tindakan itu diambil berdasarkan hukum. Dia menilai bahwa pemasangan baliho itu telah menyalahi aturan.

 

“Karena beberapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu. Begini. Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar,” katanya.