Kasus Tabrakan Ayla dan CBR 1000RR Selesai, Kedua Pihak Ambil Jalur Damai

Foto: akurat.co

Rancah.com – Kasus tabrakan yang terjadi di Purwokerto yang melibatkan mobil Daihatsu Ayla dan motor Honda CBR 1000RR menjadi perbincangan sejumlah warganet dalam beberapa hari terakhir ini.

Akibat insiden itu, pengendara motor gede (moge) Honda bernama Dimas Prasetyahani mengalami patah tulang. Dan insiden ini pun kemudian dilaporkan ke polisi oleh korban.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan HR Boenyamin Purwokerto pada hari Selasa (17/11). Diketahui pengendara Daihatsu Ayla sempat menawarkan ganti rugi rumah dan mobil agar tidak diproses secara hukum, dikutip dari laman suara.com.

Kini, peristiwa tersebut akhirnya menemui titik temu dalam penyelesaiannya.

Kasatlantas Polresta Banyumas, AKP Ryke Rhimadila menjelaskan pihaknya telah memediasi kedua belah pihak. Kesepakatan pun juga telah dilakukan agar proses ini tidak semakin melebar.

“Hari ini kami datangkan untuk mediasi baik dari pihak pengendara mobil inisial A maupun motor CBR inisial D. Dalam lakalantas yang terjadi di depan hotel WN Kampus. Karena dalam kejadian lakalantas kita kedepankan mediasi,” kata Ryke.

Dalam proses mediasi tersebut, pihak pengemudi ayla telah sepakat untuk mengganti sesuai dengan kemampuan. Karena pihak pengemudi Moge melihat kondisi pengemudi ayla yang istrinya sedang hamil 6 bulan.

“Jadi permintaan untuk mengganti rugi rugi rumah dan mobil ditolak oleh pengemudi Moge karena pengendara memiliki hati nurani yang besar sekali. Ini juga melihat kondisi orangtua pengemudi ayla sedang sakit,” jelasnya.

Pelaku tabrakan, yakni pengemudi Ayla menawarkan satu unit mobil dan rumah kepada Dimas sebagai bentuk pertanggung jawaban. Namun setelah berunding dengan keluarga, Dimas pun menolak tawaran itu dan mengakhiri kasus tersebut.

Melalui akun Instagram pribadinya @dimas_prasetyahani, Dimas menyampaikan hal tersebut.

Setelah berunding dengan keluarga saya, keluarga saya melihat keadaan keluarga penabrak yang sedang kurang beruntung, kondisi istri penabrak yang memiliki bayi 2 tahun dan sedang hamil tua 6 bulan. Rumah yang ditinggali milik ibunya dan ayahanda penabrak sudah meninggal, si penabrak satu-satunya tulang punggung keluarga namun mohon maaf pendapatan beliau dibawah umr.

Bukan tindakan terpuji apabila saya harus melanjutkan kasus ini hanya untuk memberikan efek jera kepada orang yang mencelakakan hidup saya. Alloh swt sangat baik, saya masih diberi hidup setelah kejadian mengerikan kemarin hanya sedikit patah tulang yang insyaallah bisa pulih beberapa bulan kedepan,” tulis Dimas.

Keputusan yang diambil Dimas ini pun menuai respon positif dari netizen. Mereka mengaku terharu dengan keputusan itu dan mendoakan agar Dimas segera sembuh.

MasyaAllah… Hatimu baik bgt mas, smg sll diberi rejeki dan keselamatan aamiin…,” komentar @linakusuma82

“Alhamdulillah masnya baik banget???? barakallah mas semoga selalu diberikan rejeki dan keselamatan.,” lanjut @gadoonmuda