Begini Tanggapan Tina Toon Usai Disebut Bikin Laporan e-Reses DPRD Copy Paste

Anggota DPRD DKI Jakarta, Tina Toon. Foto : Instagram/@tinatoon101

 

Anggota DPRD DKI Jakarta yang juga merupakan mantan artis cilik, Agustina Hermanto alias Tina Toon baru-baru ini ramai diperbincangkan warganet. Pasalnya, dia disebut copy paste usai membuat laporan e-reses di website DPRD DKI.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Minggu (22/11/2020), sorotan ini awalnya viral di media sosial Twitter. Dimana, hasil e-reses sejumlah anggota DPRD milenial baru-baru ini diungkapkan salah seorang warganet yang membuat utas di akun Twitter. Dimana, Tina Toon termasuk yang mendapat sorotan ini.

 

Akun tersebut bahkan juga menyertakan foto tangkapan layar yang bertulisan “HASIL RESES FRAKSI PDI PERJUANGAN-II /2015”. Sedangkan dokumen itu seharusnya memasukkan laporan reses tahun 2020.

 

“Nah, ini anggota muda tapi kok demem copas2 spt nya. Mbak Tina gak mending balik profesi lama aja?” tulis akun tersebut.

 

Pemilik akun Twitter itu bahkan juga heran terhadap jumlah masukan reses yang diterima Tina dalam sehari. Dimana, ia turut mempertanyakan mengapa Tina hanya mendapat 3 masukan dari satu lokasi. Padahal menurutnya, anggaran reses terbilang cukup besar.

 

“Masak seharian Mbak Tina reses di satu tempat cuma dapat 3 biji masukan? 1 masukan mahal kalau diitung anggaran sekali reses ini, woy …,” tulisnya.

 

Beredarnya kabar tersebut, membuat pelantun tembang ‘bolo-bolo’ itu langsung menepis isu mengenai copy paste laporan dalam website e-reses DPRD DKI. Secara tegas Tina mengatakan, bahwa hal itu merupakan kesalahan staf saat melakukan input dokumen.

 

“Ya jadi kalau yang dari thread itu mungkin, yang pertama yang soal copy paste. Itu nggak bener. Ya karena memang itu salah input dari staf sih sebetulnya,” kata Tina.

 

Dijelaskan oleh Tina, bahwa staf tersebut merupakan staf anggota DPRD pada periode sebelumnya. Bahkan, ia menyebut staf itu membuat kesalahan sehingga memasukkan dokumen lama.

 

“Yang pertama, itu kan dulu ada (anggota DPRD) kerja sama DPRD periode lama. Soal itu nggak usah disebutin lah ya, beliau juga sudah nggak menjabat lagi. Jadi, ke apa, sekarang (stafnya) bertugas jadi staf aku. Nah, pas itu dia masukinnya halaman 1, 2 ,3, kalau nggak salah. Itu yang kertas lama. Mungkin nggak kepake tapi ke-scan gitu loh,” ujarnya.

 

Akan tetapi, dikatakan Tina bahwa data yang asli merupakan data yang bertulisan Agustina H SKom, MH.

 

“Tapi kalau di-scroll ke bawah, itu bener yang hasil reses benerannya itu yang ada tulisan Agustina H, SKom, MH, itu,” kata Tina.

 

Di sisi lain, Tina juga turut ditanya terkait jumlah masukan yang diterima Tina dalam kunjungan resesnya di satu lokasi. Menurut Tina, tidak semua masukan bisa diinput ke website e-reses.

 

“Satu lagi, kalau nggak dimasukin PDF semua, sebetulnya kalau reses itu kan setiap kita turun yang dimasukin e-reses itu yang bisa di-ACC APBD. Seperti misalnya kayak KJP, KJS, kartu lansia, dan lain-lain. Dan misalnya lagi ada yang bilang ‘Wah saya belum dapat, saya belum dapat, saya belum dapat’. Dan emmang secara umumnya aku masukin tuh di wilayah ini di Tugu Selatan, bahkan masih banyak yang belum dapat ini, ini, ini, untuk dapat perhatian,” jelas Tina.

 

Apalagi mengenai masukan warga lainnya yang bersifat pribadi juga tidak bisa dimasukkan ke dalam laporan e-reses. Dikarenakan, masukan itu menggunakan kocek atau anggaran pribadinya.

 

“Tapi kalau dia mintanya tongkat, kursi roda, minta apa gitu, pokoknya proposal-proposal pribadi yang pakai kocek aku sendiri, itu tidak bisa dimasukin ke e-reses karena itu pakai duit pribadi,” tuturnya.

 

Kendati demikian, Tina pun mengatakan kesalahan input laporan dokumen e-Reses sudah diperbaiki.

 

“Sudah (diperbaiki),” ujar Tina kepada detikcom, Sabtu (21/11/2020).

 

Usai mendengar informasi tersebut beredar di media sosial, Tina bahkan langsung menghubungi staf yang menginput dokumen tersebut. Dimana, ia meminta agar data itu segera diperbaiki.

 

“Tadi staf aku sudah kontak yang input data e-reses untuk diperbaiki,” ujarnya.