Polisi Belum Temukan Keterlibatan Orang Lain Dalam Kasus Ibu Gantung Diri & 2 Anak Diracun

Ilustrasi Foto : Merdeka.com

 

Terkait kasus tewasnya ibu rumah tangga bersama dua anak kandungnya di wilayah Perumahan Mutiara Kulim, Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kota Pekanbaru, Riau, masih terus dilakukan pendalaman oleh Polresta Pekanbaru. Menurut keterangan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, korban berinisial NSW (27) yang ditemukan tewas gantung diri itu murni bunuh diri.

 

“Hasil penyelidikan, olah TKP, dan autopsi, diduga kasus itu murni bunuh diri,” ujar Nandang seperti dikutip dari laman Merdeka.com, Minggu (22/11/2020).

 

Kemudian, untuk kasus dua anak kandungnya yang meninggal diduga diracuni NSW masih dalam proses penyelidikan. Kini, petugas tengah menunggu hasil labfor untuk mengetahui kebenaran dugaan itu dan racun yang digunakan. Dikarenakan, dua balita itu ditemukan tewas dengan mulut mengeluarkan buih. Dalam kasus itu, polisi juga mengaku belum menemukan adanya indikasi keterlibatan orang lain.

 

“Untuk keterlibatan orang lain, sementara ini belum ada. Nanti kalau keluar hasil labfornya baru bisa kita simpulkan,” ucap Nandang.

 

Sebelumnya, NSW dan dua balitanya ditemukan tewas pada Senin (16/11/2020) lalu. Korban dan dua balitanya, awalnya diduga dibunuh oleh suaminya PNG(28). Diungkapkan oleh Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Hanafi, bahwa kejadian ini buntut dari niat PNG yang ingin menjual rumah mereka untuk membuka usaha. Hal itulah yang menjadi awal mula pertengkaran antara PNG dan istrinya NSW.

 

“Korban tidak terima kalau rumah yang sedang ditempati ini dijual untuk membuka usaha,” kata Hanafi.

 

Usai dilakukan autopsi dan visum di RS Bhayangkara Polda Riau, kini jenazah ketiganya dibawa ke kampung halaman untuk disemayamkan. Sedangkan satu balita yang selamat, kini dirawat oleh neneknya dalam kondisi sehat. Adapun peristiwa ini diketahui oleh PSG saat pulang kerja petang kemarin. Dimana, ia sempat menaruh curiga saat memasuki rumahnya dalam keadaan gelap.

 

PNG lantas berteriak keluar dan meminta tolong saat melihat istrinya NSW sudah tergantung di bagian dapur rumahnya. Sedangkan ketiga anaknya tampak terbaring di dalam kamar. Diketahui, kedua anaknya yakni NAG perempuan berusia 2 tahun dan DAG laki-laki berusia 6 bulan dinyatakan meninggal dunia dengan mulut mengeluarkan busa.

 

Sementara anaknya yang lain, yakni DAG berusia 6 bulan ditemukan masih dalam keadaan bernapas dan berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke klinik terdekat. Akibatnya, kejadian itu lantas dilaporkan kepihak kepolisian. Polresta Pekanbaru bahkan langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan secarik kertas bertuliskan “Maafkan Aku, Aku Pergi, Biar Anak-anak ikut bersamaku”. Polisi menduga korban melakukan bunuh diri setelah menghabisi dua anak kandungnya.