Kapolrestabes Palembang Sebut Pencopotan Spanduk Habib Rizieq Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif

Pencopotan Baliho Habib Rizieq di Palembang. Foto : HANDOUT

 

Di sejumlah titik wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, seluruh spanduk serta baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang terpasang langsung dicopot petugas gabungan dari polisi, TNI dan  Satpol PP. Adapun penertiban baliho dan spanduk tersebut, dilakukan pada Jumat (20/11/2020) malam.

 

Dikutip dari laman kompas.com, Minggu (22/11/2020), penertiban baliho dan spanduk tersebut berlangsung di sejumlah tempat. Yakni di Jalan A Yani, Kelurahan Delapan Ulur Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Jalan Datuk M Akib, Kelurahan 24 Ilir. Kemudian di Kecamatan Ilir Barat I dan Jalan Syayakirti RT 035, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus Palembang.

 

Adapun operasi tersebut, diungkapkan oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setiyadji dilakukan untuk menertibkan baliho yang dinilai tak berizin. Selain itu, dia juga menciptakan situasi aman dan kondusif bagi warga Kota Palembang.

 

“Untuk menciptakan situasi aman dan kondusif bagi warga Kota Palembang dengan melaksanakan penertiban baliho atau reklame Habib Muhammad Rizieq untuk menyikapi isu nasional,” kata Anom.

 

Seperti diketahui, bahwa spanduk dan baliho yang ditertibkan itu bertuliskan “Ayo Revolusi Akhlaq”. Dimana, baliho dengan ukuran besar bergambar Rizieq pun terpasang di persimpangan jalan. Sedangkan untuk spanduk dipasang di sekitar tembok jalan dan ada juga yang ditempel di depan rumah warga.

 

“Kegiatan semalam berjalan lancar dilakukan penertiban di tiga lokasi,” jelas Anom.

 

Adanya aksi pencopotan spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab, sebelumnya telah diperintahkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman kepada jajarannya.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya,” kata Dudung.

 

Dudung menjelaskan bahwa penurunan baliho yang dipasang tanpa izin itu awalnya sudah dilakukan sejumlah petugas Satpol PP. Akan tetapi, pihak FPI kembali memasang baliho-baliho tersebut. Hingga membuat TNI akhirnya turun tangan.

 

“Ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau pasang baliho itu sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu,” kata Dudung.

 

Secara tegas Dudung  pun memastikan, bahwa operasi untuk menurunkan baliho Habib Rizieq masih akan terus berlanjut.

 

“Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam,” katanya.