Panitia Acara Habib Rizieq di Bogor Tak Penuhi Panggilan Polisi Saat Diminta Klarifikasi

Jemaah Simpatisan Front Pembela Islam (FPI) di Bogor. Foto : kompas.com

 

Mengenai surat panggilan untuk klarifikasi, dipastikan polisi telah diterima oleh  panitia acara kegiatan yang dihadiri Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor. Akan tetapi, tidak ada dari pihak panitia acara yang datang pada hari Jumat (20/11/2020) lalu. Sementara itu, polisi hanya melakukan klarifikasi terhadap 8 orang di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. 

 

Seperti dikutip dari laman kompas.com, Minggu (22/11/2020), Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago menjelaskan, bahwa dari hasil keterangan pihak panitia soal acara tersebut, nantinya akan digunakan untuk mengklarifikasi sejumlah hal.  

 

“Kalau yang disini banyak yang menyampaikan lokasi (peletakan batu pertama) tersebut dimiliki oleh Habib Rizieq. Terus ada juga yang mengatakan Habib Rizieq itu hanya diundang. Sebetulnya diharapkan pada saat kemarin itu panitia khususnya dari FPI datang. Tetapi, yang bersangkutan justru tidak datang,” kata Erdi.

 

Lebih lanjut Erdi menjelaskan, bahwa polisi akan mengirim surat undangan ke beberapa orang dan salah satunya panitia penyelenggara untuk pekan depan. Dimana, mereka rencannya akan dipanggil pada Selasa (24/11/2020). Erdi menyebut, bahwa keterangan dari pihak panitia acara akan membantu kejelasan soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

 

“Nantinya, dari keterangan-keterangan yang diambil penyidik akan menanyakan seputar masalah tupoksi SOP dari masing-masing yang diminta klarifikasi. Baik itu yang memang mengetahui atau tidak kemudian sebagai yang menjabat di dalam pemerintahan tau apa tidak,” kata Erdi.

 

Terkait kerumunan dalam kegiatan peletakan batu pertama yang dilaksanakan di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Polda Jabar saat ini masih melakukan pendalaman. Adapun kegiatan yang dihadiri Habib Rizieq itu, diduga melanggar protokol kesehatan. Sementara itu, polisi juga telah meminta klarifikasi soal kegiatan itu terhadap sejumlah pejabat dan perangkat wilayah di Kabupaten Bogor.