Terkait Penertiban Baliho Habib Rizieq, Kapolda Metro Jaya Beri Dukungan Untuk Pangdam Jaya

Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran. Foto : Liputan6.com

 

Adanya sikap tegas Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam menertibkan spanduk dan baliho bergambar Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab karena menyalahi aturan turut didukung oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.

 

“Saya tentu saja mendukung apa yang dilakukan oleh Pangdam Jaya. Apalagi tujuannya sudah pasti baik untuk republik ini,” kata Fadil, seperti dikutip dari laman dream.co.id, Minggu (22/11/2020).

 

Meski begitu, Fadil juga menjelaskan bahwa spanduk atau baliho seharusnya tidak bisa dipasang sembarangan. Pasalnya, pemasangan baliho sendiri ada aturannya. Salah satunya yakni harus mengurus perizinan dan bayar pajak.

 

“Karena itu (yang dicopot) kan memang telah melanggar Perda. Apalagi untuk memasang spanduk itu ada aturannya. Dan juga harus ada izin dan bayar pajaknya,” ujar Fadil.

 

Secara tegas, Fadil mengatakan bahwa Polda Metro Jaya dalam hal ini turut mengedepankan langkah pencegahan keras atau preventif straight.

 

“Saya tegaskan bahwa semua langkah-langkah dan upaya-upaya untuk menimbulkan kerumunan akan kami intervensi dari dini,” ucapnya.

 

Seperti diketahui, bahwa pencopotan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab di beberapa titik Ibu Kota itu merupakan perintah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Sebelumnya, video berdurasi 11 detik yang memperlihatkan sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan spanduk bergambar yang terpasang di baliho, telah beredar dan viral di media sosial.

 

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho habib rizieq itu perintah saya,” tegas Pangdam.

 

Duduk menyebut, bahwa langkah itu diambil berdasarkan hukum. Terlebih lagi, baliho yang terpasang itu dinilai telah menyalahi aturan.

 

“Karena berapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu,” ucap Dudung.

 

Di samping itu, Dudung juga meminta kepada semua orang diharuskan taat pada hukum, tanpa terkecuali. Maka dari itu, dia meminta baik ormas ataupun pihak manapun untuk tidak sembarangan memasang baliho.

 

“Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar,” tegas Dudung.