Gegara Dendam, Mikael Nekat Penggal dan Sembunyikan Kepala Tetangga di Gua

Ilustrasi Foto : detik.com

 

Gegara dendam kesumat, Mikael Fallo (61) nekat membunuh tetangganya Julius Benu (59). Sadisnya, dia kemudian memutilasi dan menyembunyikan kepala Julius di gua.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Rabu (13/1/2021), insiden pembunuhan ini berhasil diungkap usai warga menemukan mayat tanpa kepala pada Sabtu (9/1/2021) lalu. Adapun insiden tersebut terjadi di kebun di Desa Oeekam, Kecamatan Noebeba, Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

 

“Kejadiannya hari Sabtu, tanggal 9 Januari, petugas pospol kita di desa itu terima laporan ada temuan mayat tanpa kepala,” kata Kapolres TTS, AKBP Andre Librian.

 

Mendapati laporan tersebut, pihak kepolisian langsung turun tangan menyelidiki kasus.

 

“Jasad kemudian dibawa dan diidentifikasi. Dan memang ada KTP di pakaiannya dia. Dari situlah kita berangkat ke keluarganya (korban),” ujar Andre.

 

Usai mendapatkan keterangan dari keluarga soal masalah yang pernah dialami korban, polisi langsung menyelidiki dan menangkap pria bernama Mikael Fallo yang diduga sebagai pelaku pada Minggu (10/1/2021). Tak hanya itu, polisi juga turut menggali dari saksi lain.

 

“Memang M tak ada di rumahnya. Dan kita dapat saksi tukang ojek yang antar M ke rumah keluarganya tanpa baju. Kita kemudian dalami ke sana, kita kejar ke sana. Besok paginya Minggu baru dapat kita bawa ke kantor,” ujarnya.

 

Awalnya, pelaku tidak mengaku dan berbelit-belit saat diinterogasi. Namun, tersangka akhirnya mengaku setelah kasus itu ditanyakan kepada anaknya.

 

“Disini kita ada petunjuk dari celana pendek dia yang masih ada bercak darah. Dia juga ganti sarung ganti baju, tapi celananya nggak diganti. Dari situ masih belum ngaku. Kita tanya anaknya. Akhirnya dia ngaku,” kata Andre.

 

Bahkan, pelaku juga mengaku jika ia menyembunyikan kepala korban di gua.

 

“Kita juga amankan parangnya. Di mana kepalanya, kita kejar lagi, ada gua, di dalam gua masuk ke bawah tanah, dapat itu dibungkus sama baju dan sarungnya dia,” ujarnya.

 

Kepada polisi, Mikael akhirnya buka suara terkait kasus pembunuhan tersebut. Dan sejauh ini, ada dua pengakuan Mikael.

 

“Dan sementara kita tanya memang ada pernah konflik masalah batas ladang dia. Dari keterangan si tersangka ini, batas ladang itu dipindah-pindah sama korban jadi tanahnya pelaku berkurang,” kata Andre.

 

Diketahui, kebun tersangka dan korban memang dikatakan bersebelahan di Desa Oeekam, Kecamatan Noebeba, TTS. Bahkan, insiden pembunuhan itu juga terjadi di area kebun tersebut.

 

“Ya pertama ngobrol, orang sini biasa ke kebun bawa parang. Dia ngobrol-ngobrol parangnya korban dilempar. Kemudian, pada saat mau diambil dibacok dari belakang,” ucapnya.

 

Andre mengungkapkan, bahwa tersangka juga menyebut alasan lain soal pembunuhan itu. Dimana, Mikael mengaku tega menghabisi nyawa hingga mutilasi korban lantaran istrinya pernah diracun korban.

 

“Pada saat kita interogasi lagi, dia bilang istrinya pada Februari tahun 2020 kemarin diracun sama korban. Kita akan periksa saksi-saksi lain,” ujarnya.

 

Sementara itu, saat ini polisi juga masih mendalami tersangka dan korban sempat cekcok atau tidak.

 

“Itu masih kita dalami, kalau Pasal tetap 340 (KUHP), alternatif 338 (KUHP),” ujarnya.