Bareskrim Tangkap Pemilik Grab Toko Gegara Sebag Berita Bohong dan Sesat

Ilustrasi Logo Bareskrim. Foto : kompas.com

 

Pada Sabtu (9/1/2021) lalu, Yudha Manggala Putra selaku pemilik PT Grab Toko Indonesia (Grab Toko) resmi diamankan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di daerah Jakarta Selatan.

 

“Adanya dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi eletronik, tindak pidana transfer dana/pencucian uang,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, seperti dikutip dari laman kompas.com, Rabu (13/1/2021).

 

Penangkapan tersebut didasarkan pada laporan polisi nomor LP/B/0019/I/2021/Bareskrim tertanggal 9 Januari 2021. Adapun dari penangkapan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Seperti empat telepon genggam, sebuah laptop, dua buah sim card, lima akses kantor Grab Toko. Kemudian ada sebuah KTP atas nama Yudha Manggala Putra serta sebuah token bank.

 

Dalam kasus ini, Yudha telah melanggar Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Terkait kasus tersebut, Yudha bakal diperiksa lebih lanjut oleh penyidik Bareskrim.

 

“Disini sedang mempersiapkan administrasi penyidikan dan melakukan pemeriksaan digital forensik terhadap barang bukti,” ucapnya.

 

Diketahui, sejumlah konsumen di Indonesia mengaku telah ditipu oleh perusahaan jual beli barang Grab Toko. Bahkan, para konsumen itu berkeluh kesah di Twitter. Dimana, sebagian ada yang mengaku telah mentransfer sejumlah uang untuk produk elektronik/gadget. Dan ada juga yang membeli barang seharga Rp 23 juta dan sudah mentransfer uang.

 

Salah seorang pembeli, pada Rabu (6/1/2021) pun menulis di akun Twitter, bahwa ia telah memesan dua buah iPhone 11 Pro 256 GB. Dengan masing-masing seharga Rp 11,5 juta. Akan tetapi, barang tak kunjung datang. Adapun, total kerugian yang dideritanya mencapai Rp 23 juta.