Penerima Vaksin Covid-19 Bakal Dapat E-Sertifikat? Gunanya Apa?

Tenaga kesehatan menunjukkan kartu vaksinasi COVID-19 seusai disuntik di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 14 Januari 2021. Menurut petugas sebanyak 25 tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi COVID-19 di puskesmas Duren Sawit pada hari pertama. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

Terkait adanya wacana pemberian e-sertifikat untuk warga yang sudah divaksin Covid-19, sepertinya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut gembira usulan tersebut. Ia menyatakan akan mengkaji pemberian sertifikat sebagai insentif bagi masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19.  Bagaimana bentuknya dan apa keuntungannya?

Dilansir dari laman tempo.co, Budi mengatakan sertifikat elektronik ini nantinya bisa digunakan sebagai syarat perjalanan atau dipakai di industri lainnya.

Hal ini disampaikan Budi menanggapi pertanyaan anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat terkait apakah akan ada sertifikat bagi orang yang sudah divaksin.

Menurut Budi Gunadi, pemberian sertifikat sebagai insentif itu ide bagus alih-alih menakut-nakuti masyarakat dengan konsekuensi pidana jika menolak vaksin. “Ada ide yang bagus dan ini saya rasa akan saya pakai, misalnya yang sudah vaksin kami akan kasih sertifikat,” kata Budi, Kamis, 14 Januari 2021.

Bentuknya? Budi mengatakan sertifikat itu bukan berbentuk fisik, melainkan digital. Dia berujar, bisa saja sertifikat itu menggantikan syarat tes PCR atau antigen sebelum bepergian dengan pesawat. Budi pun menyatakan akan membicarakan gagasan ini dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dengan begitu, kata dia, orang yang telah divaksin mendapatkan semacam keuntungan tambahan.

Budi mengimbuhkan, sertifikat vaksinasi Covid-19 itu bisa juga dipakai sebagai syarat menonton konser, berkunjung ke pusat perbelanjaan, menghadiri pengajian bersama, dan industri lainnya.

“Asalkan ada health certificate dalam bentuk Google wallet, nanti kita bisa cari aplikasinya bisa dibikin anak-anak muda Indonesia, agar bisa menjadi mekanisme screening yang baik dan online,” kata Budi.

Namun Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo kemudian menginterupsi gagasan ini. Dia meminta Budi hati-hati agar masyarakat tak menganggap mereka bisa bebas setelah divaksin Covid-19.

Ia mengingatkan adanya temuan bahwa orang yang sudah menerima vaksin Covid-19 pun tak berarti bebas dari potensi terpapar virus Corona. “Divaksin kemudian mlayu (lari) sana-sini, kena virus naik pesawat, nularin semua Pak. Hati-hati,” kata Rahmad.

Yah..sebaiknya dipertimbangkan dengan seksama, bisa saja diberlakukan masa berlaku sertifikat jadi secara berkala masih bisa diperbaharui sesuai dengan perkembangan si penerima vaksin.