Cerita Dibalik Bayi dan Perawat yang Terjebak Reruntuhan RS Imbas Gempa M 6,2 Mamuju

Robohnya Rumah Sakit Mitra Manakkara Mamuju Akibat Gempa Magnitudo. Foto : Merdeka.com

 

Pada Jumat (15/1/2021) dini hari, Rumah Sakit (RS) Mitra Manakkara di Mamuju, Sulawesi Barat dilaporkan roboh akibat guncangan gempa magnitudo 6,2. Dilaporkan oleh regu penyelamat, bahwa ada sedikitnya delapan orang yang terjebak reruntuhan bangunan tersebut.

 

Seperti dikutip dari laman dream.co.id, Sabtu (16/1/2021), salah satu bidan di RS Mitra Manakkara, Muflih mengatakan, bahwa delapan orang tersebut yaitu dua perawat, satu pegawai apotek, empat pasien berpasangan, dan satu bayi dalam inkubator. Diketahui, delapan orang ini tidak sempat menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

 

“Ada empat korban terdeteksi masih hidup. Karena beberapa saat yang lalu, saat subuh mereka masih meminta pertolongan. Sementara empat lainnya belum diketahui kondisinya,” ujar Muflih.

 

Menurut keterangan dari anggota tim penyelamatan, Ibnu Imat Totori, proses evakuasi korban dikatakan mengalami kendala ketiadaan alat berat. Sehingga, membuat tim kesulitan untuk menyelamatkan para korban dari reruntuhan.

 

“Iya, saat ini kita masih berusaha dengan alat seadanya. Disini kita sangat membutuhkan alat berat untuk memindahkan beton-beton ini,” kata Imat.

 

Dalam membantu proses evakuasi tersebut, Imat menyatakan bahwa pihaknya tengah berusaha menjalin komunikasi dengan otoritas terkait. Dan sembari menunggu bantuan, evakuasi hingga kini masih terus dijalankan.

 

“Semoga para korban ini dapat selamat,” katanya.

 

Setelah gempa hingga pagi ini, listrik di Mamuju dilaporkan masih padam. Bahkan, sejumlah bangunan penting roboh. Salah satunyaseperti Kantor Gubernur Sulawesi Barat. Sementara itu, dua hotel juga rusak parah. Yakni Hotel Grand Maleo dan Hotel Matos.