Ternyata Ini Alasan Pemprov Jatim Tarik Dana Rp 9 Miliar untuk Yudhoyono Foundation

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono. Foto : kompas.com

 

Bantuan hibah kepada Pemkab Pacitan senilai Rp 9 milliar, baru-baru ini dikabarkan telah ditarik Pemprov Jawa Timur (Jatim). Diketahui, dana hibah itu sebagian akan diberikan kepada Yudhoyono Foondation untuk pembangunan Museum Ani Yudhoyono di Kabupaten Pacitan.

 

Seperti dikutip dari laman kompas.com, Selasa (23/2/2021), penarikan dana tersebut dilakukan sesuai surat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur kepada Bupati Pacitan tertanggal 16 Februari 2021. Yakni perihal Penarikan Kembali Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten Pacitan pada Perubahan APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2020.

 

Terkait penarikan dana tersebut juga turut dibenarkan oleh Sekdaprov Jawa Timur, Heru Tjahjono. Dia bahkan menyebut bahwa Pemprov Jawa Timur telah menarik dana bantuan hibah untuk Pemkab Pacitan.

 

Iya benar, kami tarik karena tidak dipergunakan. Sehingga, dananya dikembalikan lagi ke rekening Pemprov Jatim,” katanya.

 

Heru mengatakan bahwa dana hibah tersebut, masuk dalam pos Perubahan APBD 2020 yang jangka waktu penggunaannya relatif pendek.

 

Kalu soal itu nanti kalau masih diperlukan, maka akan dianggarkan lagi di APBD murni 2021. Dan tentunya dengan syarat-syarat administrasi yang ditentukan,” ujarnya.

 

Heru mengungkapkan bahwa penarikan dana bantuan hibah dari daerah merupakan hal biasa. Terlebih lagi, banyak dana hibah dari daerah-daerah yang dikembalikan karena dianggap tidak memenuhi persyaratan administrasi.

 

Diberitakan sebelumnya, bantuan dana hibah tersebut sempat heboh di dunia maya dan sempat menjadi pembahasan warganet. Tampak dalam unggahan itu, disebutkan bahwa dalam APBD Kabupaten Pacitan 2021, terdapat anggaran hibah sebesar Rp 9 miliar untuk Yudhoyono Foundation.

 

Sementara itu, Bupati Pacitan Indartato menyebut bahwa Pemkab Pacitan pernah mengusulkan dana bantuan pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

 

Iya, ceritanya dulu pemerintah daerah (Pacitan) mengusulkan kepada ibu gubernur (Pemprov), untuk memohon dukungan,” kata Indartato.

 

Namun ternyata, usulan pembangunan museum itu mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.  Indartato menyebut bahwa Kabupaten Pacitan juga telah menerima dana yang disebut sebagai bantuan keuangan khusus (BKK) itu dari Pemprov Jawa Timur pada 9 Desember 2020.

 

“Oleh karena itu, Pemprov memberi bantuan. Namanya Bantuan Keuangan Khusus kepada pemerintah daerah untuk pembangunan museumnya Pak SBY,” terang Indartato.